Dua Sekolah Ini Harus Segera Mencopot Label RSBI

Rabu, 9 Januari 2013 | 18:37 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Kebijakan mendirikan sekolah bertaraf internasional oleh Kementerian Pendidikan Nasional sejak tujuh tahun lalu akhirnya terhenti setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan RSBI bertentangan dengan konstitusi.

Dengan keputusan MK tersebut, dua sekolah masing-masing SMP Negeri 2 Rembang dan SMA Negeri 1 Rembang harus segera mencopot label RSBI yang melekat padanya.

Wakil Kepala Bidang Humas SMA Negeri 1 Rembang Nurjanah kepada reporter MataAir Radio, Rabu (9/1) petang menyatakan, meski sudah ada keputusan pencabutan RSBI, kualitas pendidikan di sekolahnya diyakini tidak terdampak.

Bagi pihaknya, yang terpenting adalah kepercayaan masyarakat pada sekolahnya. Apalagi, kendati sudah tak lagi boleh menggunakan label RSBI, hingga tahun ajaran ini berakhir sekolah tetap menggunakan anggaran yang tersusun untuk 2012-2013.

Nurjanah menambahkan, meskipun MK telah menghentikan laju RSBI, pihaknya tetap fokus pada penyusunan model satuan kredit semester sebagai bagian penyesuaian dari kebijakan perubahan kurikulum mulai 2013 ini dan menanti kebijakan anyar Pemerintah tentang sekolah kompetensi prestasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Dandung Dwi Sucahyo pun menjamin, kualitas pendidikan di RSBI tidak akan terdampak banyak oleh keputusan Mahkamah Konstitusi tersebut.

Dandung menekankan, meski RSBI nanti tetap akan larut dalam sekolah reguler, rintisan sekolah berstandar internasional tetap akan melakukan program sekolah yang ada sampai ada pengaturan resmi dari Pemerintah pascakeputusan MK.

Ia menegaskan, tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak mencopot label RSBI dari padanya, dan terkait dengan pelaksanaan program sekolah yang sudah ada akan dilakukan dengan penyesuaian instrumen RSBI secara khusus.

Seperti diketahui, MK menilai RSBI menimbulkan diskriminasi dan kastanisasi antara RSBI dengan non-RSBI. Biaya yang mahal dan penggunaan bahasa asing dalam RSBI juga dikhawatirkan menggerus keberadaan bahasa Indonesia sehingga bertentangan dengan UUD 1945.

Sejak awal kehadirannya, RSBI memang menyulut kontroversi. Kekhawatiran bahwa RSBI akan jadi ajang komersialisasi di sekolah negeri ternyata tidak sepenuhnya salah. Alokasi 20 persen untuk siswa dari keluarga miskin nyaris tidak pernah terpenuhi. (Pujianto)




2 comments
  1. Exsan

    Januari 10, 2013 at 4:41 pm

    setuju,, sekolah atau pendidikan harus terbebas dari sistem kasta…!!! kayak kerajaan hindu buda aja,,,

    Reply
  2. Miyono

    Januari 10, 2013 at 6:16 pm

    SMKN 1 Rembang kayake juga sudah RSBI mas ya? berarti harus ikut copot status juga eaaaa

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan