Puluhan Rumah Di Sedan Terkena Dampak Pelebaran Jalan

Kamis, 7 November 2013 | 13:58 WIB

 

Bagian teras dari rumah-rumah itu terpaksa dirusak atau dihancurkan lantaran berdiri di atas tanah milik Pemkab. (Foto:Ilyas)

Bagian teras dari rumah-rumah di  Desa Sedan terpaksa dirusak atau dihancurkan lantaran berdiri di atas tanah milik Pemkab. (Foto:Ilyas)

SEDAN, MataAirRadio.net – Puluhan rumah warga di Desa Sedan Kecamatan Sedan terkena dampak pelebaran jalan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang pada tahun ini. Bagian teras dari rumah-rumah itu terpaksa dirusak atau dihancurkan lantaran berdiri di atas tanah milik Pemkab.

Kepala Desa Sedan M Saikhu saat dikonfrmasi menyatakan, semua warganya yang rumahnya terkena dampak pelebaran jalan sudah legawa alias menerima dengan lapang dada. Menurutnya, warga Sedan sudah berharap sejak lama jalan di wilayah mereka dilebarkan.

Saikhu mengakui, dari puluhan rumah itu beberapa diantaranya terdampak dalam kategori parah. Pasalnya, ada sebagian kecil warga yang sudah mendirikan bagian teras rumah secara permanen di atas tanah milik Pemkab. Dia mengklaim, hingga Kamis (7/11) siang, tidak ada warganya yang komplain menuntut adanya ganti rugi kepada Pemerintah.

Saikhu juga mengatakan, selaku penyelenggara pemerintah desa, pihaknya sudah berulangkali mengingatkan kepada warga agar tidak mendirikan bangunan tambahan di atas tanah milik pemerintah.

Namun, kenyataannya warga tetap nekat mendirikan bangunan tambahan di depan rumah, sebelum akhirnya diratakan dengan tanah. Sekitar setahun yang lalu, warga sudah diberitahu bahwa jalan di wilayah Sedan akan dilebarkan pada tahun ini.

Pelebaran jalan Karas hingga Sedan dikerjakan oleh PT Sinar Utama Karya yang berkantor di wilayah Kabupaten Pati. Nilai proyek itu mencapai Rp5,3 miliar dan diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (ABPD) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Rembang tahun 2013. (Ilyas al-Musthofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan