PSIR Berikan Kesempatan Empat Pemain Magang

Sabtu, 15 Desember 2012 | 17:29 WIB
Tim PSIR Rembang saat berlatih musim lalu

Tim PSIR Rembang saat berlatih musim lalu

REMBANG – MataAirRadio.net, Tim pelatih PSIR Rembang akan memberikan kesempatan bagi empat pemain yunior untuk magang di tim inti Laskar Dampo Awang pada kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim depan.

Direktur Teknik PSIR Bambang Max Handoyo kepada reporter MataAir Radio, Sabtu (15/12) menyebutkan, empat pemain magang tersebut merupakan pemain depan, tengah, belakang, dan penyerang lubang.

Menurut Bambang, mereka yang diberikan kesempatan magang merupakan pemain yang memiliki bakat dan kemampuan keras untuk menjadi pemain profesional.

Bambang menjelaskan, meski berstatus sebagai pemain magang, bukan tidak mungkin mereka akan didaftarkan masuk ke skuat inti PSIR.

Namun, biasanya, untuk bisa masuk ke tim inti, butuh pembiasaan antara satu hingga dua tahun. Itu pun tidak serta merta karena para pemain magang ini harus juga dievaluasi tim pelatih.

Ada sejumlah pemain yang besar di PSIR dari kesempatan magang. Selain Yoni Ustaf Buchori dan Kusen Riandi, ada juga kiper Nanang Hermawan, striker Koko Hartanto, dan penyerang Effendi “Bendot”.

Direktur Teknik PSIR Bambang Max Handoyo menambahkan, sejauh ini, pihaknya belum akan membeberkan nama-nama pemain magang tersebut. Sebab, tim pelatih saat ini tengah fokus melakukan seleksi pemain inti.

Hanya saja, Bambang Handoyo berharap, ke depan akan banyak lagi pemain muda berbakat yang ditelurkan dari kompetisi lokal yang digelar Pengurus Cabang PSSI Kabupaten Rembang.

Apalagi, PSIR pernah punya memori manis yakni menjadi tim yang diperhitungkan di kancah persepakbolaan Tanah Air dengan racikan pemain asli Kabupaten Rembang pada 1990-an. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan