Perairan Rembang Simpan Ratusan Juta Kubik Gas per Hari

Jumat, 26 Juli 2013 | 13:34 WIB
Lapangan Gas Kepodang menyimpan potensi gas sebesar 354 juta standar metrik kaki kubik per hari atau mmscfd.

Lapangan Gas Kepodang menyimpan potensi gas sebesar 354 juta standar metrik kaki kubik per hari atau mmscfd.

REMBANG, MataAirRadio.net – Kawasan perairan sekitar 100 kilometer utara Rembang ternyata menyimpan potensi gas yang cukup besar. Kawasan yang dikenal sebagai Lapangan Gas Kepodang itu menyimpan potensi gas sebesar 354 juta standar metrik kaki kubik per hari atau mmscfd.

Namun blok migas tersebut akan dikelola oleh Petronas Caligari Muria Ltd, perusahaan minyak dan gas Malaysia. Menurut rencana, kegiatan eksploitasi hulu migas di lepas pantai tersebut akan dimulai akhir 2014.

Salah seorang insinyur dari Petronas Caligari Muria Ltd, Andiono Setiawan dalam sebuah kesempatan di Rembang, Selasa 23 Juli kemarin mengungkapkan, kegiatan eksploitasi akan diawali dengan pembangunan platform atau semacam anjungan lepas pantai.

Petronas menurut Andi akan membangun dua platform mulai 2014 dan diperkirakan rampung pada 2016. Namun pengelolaan blok migas tersebut saat ini juga masih menanti pemasangan pipa transmisi dari Kepodang ke PLTU Tambaklorok Semarang oleh Grup Bakrie.

Bupati Rembang Mochammad Salim yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan eksploitasi hulu migas yang bakal dilakukan Petronas perlu mempertimbangkan sejumlah permasalahan, misalnya terkait jarak aman dari aktivitas nelayan melaut menangkap ikan.

Terungkap pada pertemuan itu bahwa pada jarak 1,2 kilometer dari titik eksplorasi, nelayan sudah dilarang mendekat. Pihak Petronas juga perlu memberikan gambaran kepada nelayan tentang pengaman seperti apa yang akan dipasang oleh pihak pengelola Blok Kepodang.

Selain persoalan yang menyangkut nelayan, menurut Salim, bentuk kompensasi yang bakal diterima oleh Pemerintah Kabupaten Rembang dari aktivitas eksploitasi tersebut juga perlu menjadi perhatian.

Sementara itu, rencana eksploitasi hulu migas yang eksplorasinya bakal dilakukan paling lambat 2016, memang membuat khawatir nelayan yang biasa mencari ikan di perairan itu.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang Muslim menghawatirkan hilangnya kesempatan nelayan untuk mencari ikan di area tersebut. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan