Pengeroyok Kades Bogorame Diancam Tujuh Tahun Penjara

Jumat, 12 September 2014 | 15:04 WIB
Kepala Desa Bogorame, Budi Lestariyono. (Foto:Rif)

Kepala Desa Bogorame, Budi Lestariyono. (Foto:Rif)

SULANG, MataAirRadio.net – Tiga orang pelaku pengeroyokan Kepala Desa Bogorame Kecamatan Sulang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Jumat (12/9) pagi, mereka meringkuk di tahanan Polres Rembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang AKP Joko Santoso membenarkan penahanan ketiga pelaku pengeroyokan. Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 170 Ayat (2) Ke-1 KUHP yang ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

Kades Bogorame Budi Lestariyono enggan menanggapi penahanan terhadap tiga orang pelaku pengeroyokan terhadapnya. Dia mengaku pasrah saja pada polisi untuk menuntaskan persoalan ini. Soal kemungkinan berdamai, dia pun lebih memilih membawa kasus ini ke meja hukum.

Polisi terakhir kali menangkap Sht, warga Dresi Kulon Kaliori yang sempat kabur setelah melakukan pengeroyokan. Sementara sebelumnya, polisi telah mengamankan dua pelaku lain yakni Sgy, warga Leteh Rembang dan Skd, warga Dresi Kulon Kaliori.

Budi sendiri mengaku sudah diperiksa polisi mengenai kronologi pengeroyokan. Namun dia tidak dicecar penyidik mengenai kemungkinan motif lain di balik penganiayaan terhadapnya. Dalam pemeriksaan, Budi menegaskan hanya terlibat hubungan order dengan pelaku berinisial Sht.

Disinggung mengenai kemungkinan pemerasan pelaku terhadapnya, Budi membantah. Menurutnya, kasus itu murni pengeroyokan dan penganiayaan. Dia memang sempat heran, kenapa utang yang hanya senilai Rp260.000 dari dua rit tanah, harus berujung pada pengeroyokan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kades Bogorame dikeroyok tiga orang hingga babak belur di sebuah warung makan, sebelah selatan MTs Negeri Sulang, Rabu siang kemarin (10/9). Pelaku sempat mengelak atas utangnya karena mengaku sudah membayar melalui sopir.

Sementara sopir Budi mengaku tak pernah menerima uang dari pelaku. Pelaku menganiaya korban setelah diduga tersinggung atas perkataan Budi, yang mempersilakan utangnya tidak bayar daripada berbelit-belit. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan