Pemkab Belum Cium Aroma Nakal Investor Revitalisasi Pasar Sedan

Kamis, 13 September 2012 | 09:13 WIB
Pasar Sedan sedang dalam penyelesaian revitalisasi, Rabu (12/9). (Foto: Ilyas alMustofa)

REMBANG, mataairradio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan belum mencium aroma kenakalan investor revitalisasi Pasar Sedan, PT Sami Jaya Mulya. Padahal, pengembang itu telah tidak menepati janji menyelesaikan revitalisasi pasar senilai seluas 8.645 meter persegi pada Agustus 2012.

“Memang seharusnya revitalisasi sesuai kontrak awal harus selesai Agustus 2012. Namun karena sempat ada perselisihan soal tanah pasar dalam perjalanannya, maka penyelesaian revitalisasi tepat waktu, tidak bisa dilakukan. Meski demikian, kami tidak mencium adanya kenakalan investor,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang, Muntoha, Kamis (13/9).

Seperti diketahui, sebelum mengerjakan revitalisasi Pasar Sedan, investor dari PT Sami Jaya Mulya, Giyanto tersandung persoalan revitalisasi Pasar Desa Kedungasem yang berujung perseteruan perusahaan itu dengan pihak subkontraktor.

Sang pemodal asal Demak itu dianggap lari dari tanggung jawabnya karena belum menyelesaikan urusan dengan pihak subkontraktor sehingga berdampak pada berlarutnya nasib Pasar Kedungasem.

“Aturan dalam kontrak memang memperbolehkan adanya perpanjangan (masa penyelesaian). Makanya, begitu pihak pengembang meminta mundur hingga akhir tahun ini, kami pun tidak bisa menolaknya,” tandas Muntoha.

Ia juga mengaku sudah mewanti-wanti investor agar tidak molor lagi menyelesaikan revitalisasi pasar senilai Rp13,6 miliar itu. “Kalau investor sanggup menyelesaikan pada Desember ya Desember,” tegasnya.

Muntoha pun menyatakan telah meminta pihak investor untuk melakukan revitalisasi sebagai rencana anggaran dan biaya (RAB) yang ada. “Dasar pengerjaan jelas harus sesuai RAB,” tegasnya lagi. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan