Oknum Bendahara Gaji RSUD Tilap Uang Pinjaman

Rabu, 22 Februari 2012 | 10:05 WIB

KOTA – Oknum Bendahara Gaji pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang berinisial EN, 46 tahun, kabur setelah diduga menilap uang pinjaman yang dihimpun dari rekan sejawatnya di lingkungan rumah sakit plat merah tersebut.

Kepala Seksi Informasi pada RSUD dr R Soetrasno Rembang, Giri Saputra, Rabu (22/2) mengatakan, kini EN diketahui tak lagi ngantor sejak dilaporkan sejumlah rekan sesama pegawai rumah sakit.

“Kami sudah dua kali melayangkan surat panggilan ke EN. Namun tidak ada tanggapan. Informasinya EN sakit di rumah salah seorang kerabatnya di luar kota. Kami masih melakukan inventarisasi kerugiannya,” kata Giri.

Dari keterangan sejumlah karyawan, kata Giri, modus penggelapan yang dilakukan EN yakni dengan cara membantu rekan kerjanya yang hendak mencari pinjaman ke bank. Namun, EN juga mendompleng pinjaman dari rekannya itu.

“Misalkan ada temannya yang hanya ingin pinjam uang Rp5 juta ke bank, tetapi oleh EN dipinjamkan senilai Rp30 juta. Uang yang sebesar Rp 25 juta dipinjam untuk kepentingan pribadi EN. Namun kini EN kabur,” kata dia.

Meski demikian, jasa EN terbilang laris. “Dari inventarisasi sementara ini, korban EN lebih dari sepuluh orang dan semuanya karyawan rumah sakit ini. Akibatnya, para korban EN, kini harus menanggung utangnya,” kata dia.

Menurut Giri, sebenarnya ada kesepakatan secara lisan saat EN mengambil pinjaman lebih ke bank. Dalam akadnya, EN berjanji akan membayar hingga lunas. Namun hingga jatah waktu mengangsur, EN tak juga melunasi utangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang yang dinikmati EN mencapai ratusan juta rupiah. Lantaran mulai resah karena terus ditagih pihak bank, sejumlah karyawan pun melapor ke manajemen rumah sakit.
“Kami masih menunggu itikad baik EN untuk datang ke rumah sakit dan mengklarifikasi kasus ini,” kata dia.

Hanya saja jika terus berlarut, pihak rumah sakit berencana melaporkan kasus ini ke pihak BKD maupun Inspektorat. “EN kami nilai sudah melakukan pelanggaran karena tak masuk kerja tanpa alasan yang tidak jelas,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan