Ngalap Berkah Mbah Syahid, Jamaah Calon Haji Bertolak Dari Pondok Kemadu

Jumat, 12 Oktober 2012 | 09:06 WIB

SULANG, mataairradio.net – Sebanyak 22 jamah calon haji asal Kecamatan Sulang, Bulu dan Gunem, Kabupaten Rembang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 75 embarkasi Donohudan Solo, bertolak menuju Gedung Haji Rembang dari Kompleks Pondok Pesantren Kemadu, Kecamatan Sulang, Jumat (12/10) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum berangkat, para jamaah calon haji bersama ribuan santri dan keluarga penghantar, menggelar tahlil dan doa bersama di makam KH Syahid Kemadu untuk ngalap berkah.

Kepala KUA Sulang, Umaruddin, mengatakan, dipilihnya Pondok Kemadu sebagai tempat pemberangkatan merupakan kehendak bersama para jamaah calon haji.

“Seperti yang sudah-sudah, mereka lebih sreg berangkat dari Pondok Kemadu. Mewakili pemerintah, kami tut wuri. Apalagi Pondok Kemadu merupakan lokasi paling mudah dijangkau oleh para calon haji asal Bulu, Sulang dan Gunem yang tersebar dari berbagai titik yang berjauhan,” kata Umar, Jumat (12/10).

Salah seorang pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Ibriz Rembang, Muksan, mengatakan, pemberangkatan jamaah calon haji asal Kecamatan Sulang, Bulu dan Gunem dari Pondok Kemadu, sudah dilakukan puluhan tahun silam semasa KH Syahid masih hidup.

“Meski sang Kiai sudah berpulang ke hariabaan Ilahi, para jamaah calon haji ogah diberangkatkan dari tempat lain. Ini merupakan keinginan bersama para jamaah. Mereka merasa nyaman jika diberangkatakan dari Pondok Kemadu dengan alasan berharap luberan berkah dari Mbah Syahid,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Pimpinan Kecamatan dari Sulang, Bulu dan Gunem, para kiai, tokoh agama dan masyarakat serta petugas dari Kemenag Rembang.

Tampak pula Nyai Rahmawati Syahid, pengasuh Pondok Kemadu berbaur dengan ribuan santri dan keluarga penghantar dengan hidmat menghantarkan para jamaah calon haji menuju bus pengangkut yang bersiap di gapura pondok. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan