Ke Jakarta, Perwakilan Saja

Sabtu, 17 November 2012 | 18:17 WIB

Ilustrasi : Demo Kades

Rembang – MataAirRadio.net Pemerintah Kabupaten Rembang menyimpan kekhawatiran atas rencana para kepala desa di kabupaten ini yang berencana ngluruk ke Jakarta guna kembali memperjuangkan pengesahaan RUU Desa.
Kekhawatiran itu, menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Soesanto, lantaran apabila semua kepala desa di kabupaten ini turut serta ke Jakarta dikhawatirkan bisa mengganggu pelayanan di tingkat desa.

Soesanto yang ditemui reporter MataAir Radio berharap, para kepala desa yang berangkat agar perwakilan saja dari masing-masing kecamatan, guna memastikan masih berjalan baiknya pelayanan di tingkat desa.
Untuk desa yang kepala desanya berangkat ke Jakarta, Soesanto berpesan agar mendisposisikan pelayanan di desa terlebih dahulu, misalnya ke sekretaris desa.

Dengarkan rekaman disini.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa yang tergabung dalam Guyup Rukun Petinggi Dampo Awang (Guru Pendawa) se-Kabupaten Rembang, Wasiman, menyatakan semua kepala desa di kabupaten ini tetap akan berangkat semua ke Jakarta, pada waktunya nanti, guna kembali mendesak pengesahan RUU Desa.
Menurut Wasiman, kendati ditinggal oleh kepala desa masing-masing, namun ia menjamin pelayanan publik tidak bakalan terganggu lantaran masih ada sekretaris desa dan perangkat desa lainnya.

Wasiman menyebutkan, paguyuban kades belum akan berangkat ke Jakarta pada 25 November seperti rencana sebelumnya, tetapi masih akan menunggu hasil rapat perwakilan paguyuban kades dari tiap-tiap kabupaten di Indonesia, pada pekan depan.
Dalam waktu dekat, ungkapnya, paguyuban kepala desa se-Kabupaten Rembang justru akan menggelar audiensi dengan para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Rembang.

Dengarkan rekaman disini.

Untuk diketahui, dalam RUU Desa yang sedang dalam proses di DPR, salah satu yang getol didorong para kades untuk digolkan adalah aturan yang memuat desa akan menerima anggaran sebesar satu miliar rupiah per tahun, selain juga masa jabatan kades yang diusulkan dari enam menjadi delapan tahun. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan