Berkas Kasus Korupsi Dana SPP Segera Dilimpahkan

Selasa, 2 April 2013 | 16:39 WIB
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Joko Santoso

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Joko Santoso

REMBANG, MataAirRadio.net – Berkas perkara kasus dugaan korupsi dana simpan pinjam yang dikelola perempuan di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber dengan tersangka mantan Sekretaris UPK Heni Nur Cahyanti akan segera dilimpahkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang Ajun Komisaris Polisi Joko Santoso kepada reporter MataAir Radio, Selasa (2/4) siang mengungkapkan, tahap pertama berkas perkara kasus tersebut akan dilimpahkan paling tidak pada Kamis 4 April mendatang.

Pihaknya memastikan penanganan kasus dugaan korupsi yang dinyatakan oleh BPKP merugikan negara hingga lebih dari Rp600juta rupiah tersebut belum selesai dan masih terus berjalan.

Kasatreskrim menjelaskan, pelimpahan tahap pertama berkas perkara kasus dugaan korupsi dana SPP itu guna dilakukan penelitian oleh pihak kejaksaan negeri setempat.

Ajun Komisaris Polisi Joko Santoso juga mengatakan, untuk mempercepat proses pemeriksaan atas berkas perkara kasus ini, pihaknya akan melakukan semacam gelar perkara bersama di Kejaksaan Negeri Rembang begitu berkas sudah terlimpahkan.

Joko menyatakan belum akan menahan tersangka Heni kendati berkas kasusnya sudah akan segera dilimpahkan. Menurutnya, keputusan penahanan terhadap tersangka menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh pihak kejaksaan.

Kasatreskrim menegaskan, pada kasus dugaan korupsi dana simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP) di UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber, pihak kepolisian baru menetapkan Heni sebagai tersangka.

Seperti diketahui, Heni Nur Cahyanti yang ketika itu masih menjabat sebagai Sekretaris UPK PNPM Mandiri Kecamatan Sumber diduga mengorupsi dana SPP dengan modus kredit fiktif dan penggelembungan nilai kredit di beberapa kelompok, terutama di wilayah Desa Sumber.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP Jawa Tengah menetapkan adanya kerugian negara sebesar Rp611,5 juta akibat ulah tersangka Heni. Tersangka sendiri menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya begitu kasus ini mulai dicium publik. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan