Jalan Rembang-Blora Dilebarkan Menjadi 12 Meter

Senin, 25 Februari 2013 | 15:54 WIB

REMBANG, MataAirRadio.net – Ruas jalan antara Rembang hingga perbatasan dengan Blora bakal diperbaiki dan dilebarkan hingga 12 meter untuk menunjang jalur transpotasi pembangunan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kecamatan Gunem.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang, Suyono kepada Reporter MataAir Radio Senin (25/2) pagi mengatakan, sesuai dengan informasi yang diterimanya perbaikan sekaligus pelebaran jalan Rembang Blora bakal dimulai tahun ini.

Menurutnya perbaikan jalan tersebut memang bertujuan untuk menunjang jalur transportasi pembangunan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kecamatan Gunem. Namun terkait kepastian waktu pelaksanaannya, Suyono masih belum menerima konfirmasi lebih lanjut dari pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah.

Suyono juga mengatakan, perbaikan jalan tidak dilakukan di ruas jalan Rembang-Blora yang sepanjang sekitar 20 kilometer saja. Akses jalan dari Desa Kadiwono Kecamatan Bulu menuju Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem juga akan diperbaiki oleh pihak PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Menurut Kepala Dishubkominfo, ruas jalan Kadiwono-Tegaldowo bukan merupakan tanggung jawab pihak provinsi, sehingga diharapkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk bisa memperbaiki jalur transportasi di jalan desa tersebut.

Seperti diketahui, pada Sabtu 16 Februari 2013, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk secara resmi mulai menyiapkan lahan tambang pabrik semen di Kecamatan Gunem. Diprediksi pabrik semen milik perusahaan plat merah itu bakal beroperasi pada kuartal pertama 2016.

Pabrik semen di Rembang ini bakal memiliki kapasitas produksi sebanyak tiga juta ton pertahun dengan nilai investasi Rp 3,7 triliun. (Afta Ahmad)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan