Dandung Jadi Saksi, Diperiksa sebagai Tersangka Usai Lebaran

Kamis, 1 Agustus 2013 | 15:47 WIB
Kejaksaan Negeri Rembang.

Kejaksaan Negeri Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Dandung Dwi Sucahyo memenuhi panggilan pihak kejaksaan negeri setempat, Kamis (1/8) pagi. Akan tetapi, Dandung tidak diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka.

Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar ini justru hadir sebagai saksi atas persidangan terdakwa Bambang Joko Mulyono, orang yang juga terlibat dalam kasus yang sama.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Ali Mukhtar mengatakan, Dandung adalah saksi yang dihadirkan kali pertama oleh pihaknya di Pengadilan Tipikor Semarang.

Menurut rencana, setelah memberikan kesaksian atas terdakwa Bambang, Dandung akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di ruang penyidik Kejaksaan Negeri Rembang. Hanya saja, jika ternyata, persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang baru rampung pada sore atau malam hari, maka Dandung baru akan kembali diperiksa setelah Lebaran.

Atas ketidakpastian waktu pemeriksaan terhadap Dandung, Koordinator Lembaga Study Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang Bambang Wahyu Widodo berharap, pihak kejaksaan punya naluri dan kepekaan dalam memeriksa seorang tersangka korupsi.

Menurutnya, jeda Lebaran bisa saja dimanfaatkan oleh tersangka, misalnya untuk melarikan diri atau setidaknya menghambat laju proses penyidikan.

Bambang berpendapat, akan lebih baik apabila selepas memberikan keterangan sebagai saksi di pengadilan tipikor, Dandung langsung saja diperiksa sebagai tersangka.

Sebagaimana diketahui, Dandung diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar tahun 2011 yang merugikan negara hingga lebih dari empat miliar rupiah. Dandung ditetapkan sebagai tersangka sejak 20 Mei 2013. Sebelumnya Dandung mangkir dalam dua kali panggilan pemeriksaan oleh pihak kejaksaan negeri karena alasan sakit. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan