Tanpa Izin Polisi Bayi Banowan Gagal Diambil Keluarga

Sabtu, 14 Desember 2013 | 14:30 WIB
Bayi mungil yang ditemuakan di Desa Banohan Kecamatan Sarang.(Foto:mataairradio.net)

Bayi mungil yang ditemuakan di Desa Banohan Kecamatan Sarang.(Foto:mataairradio.net)

REMBANG, MataAirRadio.net – Bayi perempuan yang ditemukan dibuang di areal persawahan Desa Banowan Kecamatan Sarang, Sabtu (14/12) siang hendak diambil pihak keluarga dari RSUD dr R Soetrasno Rembang. Namun upaya itu gagal, karena syarat administrasi yang diminta pihak rumah sakit belum bisa dipenuhi.

Kedua orang tua dari ibu sang bayi datang ke rumah sakit sekitar jam setengah sebelas siang. Mereka didampingi oleh Kepala Desa Terjan Kecamatan Kragan Abdul Hadi. Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro mengungkapkan, upaya pihak keluarga mengambil pulang si bayi memang ada syaratnya.

Selain surat keterangan dari Kepala Desa yang menyatakan bahwa si pengambil adalah benar keluarga, pihak rumah sakit juga mensyaratkan adanya izin atau rekomendasi dari pihak kepolisian. Karena saat hendak mengambil, kedua surat itu belum bisa ditunjukkan, maka pihak rumah sakit tidak bisa melepas bayi itu. Giri memastikan bayi itu sehat.

Kepada Giri, Kepala Desa Terjan Kecamatan Kragan Abdul Hadi mengaku sudah mengurus surat rekomendasi dari pihak Polres Rembang untuk mengambil bayi. Namun hingga kedatangannya ke rumah sakit, surat tersebut belum turun.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang AKP Joko Santoso yang dikonfirmasi MataAir Radio membenarkan, pihak keluarga korban sudah mengajukan permohonan untuk mengambil bayi dari rumah sakit. Namun surat yang diteruskan pihak Satreskrim kepada Kapolres Rembang belum mendapat jawaban.

Menurut Joko Santoso, lantaran sang bayi bukan barang bukti perkara pada kasus yang kini sedang disidik polisi, maka memang bisa diambil. Begitu nanti surat izin dari pihak Polres Rembang turun, akan langsung diteruskan ke pihak rumah sakit.

Seperti diketahui, seorang bayi perempuan ditemukan di areal persawahan Desa Banowang Kecamatan Sarang pada Sabtu malam 23 November lalu. Bayi itu lantas dirawat oleh pihak rumah sakit umum daerah.

Ternyata bayi itu adalah buah hubungan gelap antara ZA (16) dan Nur Khamdi (28), warga Desa Terjan Kecamatan Kragan. Keduanya sempat dalam pencarian polisi sebelum kemudian menyerahkan diri. Kasus pembuangan bayi oleh Nur Khamdi kini masih ditangani oleh Satreskrim Polres Rembang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan