Cabuli Murid Madrasah, Imam Masjid Ini Dibui

Jumat, 24 Mei 2013 | 17:10 WIB
 Seorang imam masjid di wilayah Kecamatan Sluke, FR alias PR (58) dilaporkan ke Kepolisian Resor Rembang karena mencabuli seorang pelajar.

Seorang imam masjid di wilayah Kecamatan Sluke, FR alias PR (58) dilaporkan ke Kepolisian Resor Rembang karena mencabuli seorang pelajar.

SLUKE, MataAirRadio.net – Seorang imam masjid di wilayah Kecamatan Sluke, FR alias PR (58) dilaporkan ke Kepolisian Resor Rembang karena mencabuli seorang pelajar, sebut saja namanya Mawar yang merupakan tetangganya sendiri.

Tersangka yang bekerja menjadi guru madrasah ini bahkan dilaporkan telah beberapa kali memaksa Mawar untuk berhubungan layaknya suami istri. Padahal Mawar adalah muridnya di salah satu madrasah, tempat tersangka mencari nafkah.

Keterangan yang dihimpun reporter MataAir Radio Jumat (24/5) siang menyebutkan, tindak asusila FR terhadap Mawar telah dilakukan sejak Februari hingga November 2012 lalu.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diamankan di ruang tahanan Mapolres Rembang. Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto mengatakan, penyidikan terhadap tersangka masih berlangsung.

Kapolres juga menyatakan, pihaknya masih menunggu adanya laporan dari korban lain. Sebab informasi yang diterimanya, selain terhadap Mawar, tersangka juga melakukan pelecehan seksual dengan korban lainnya.

Menurut Kapolres, semakin banyak korban yang melapor, maka ancaman hukuman terhadap tersangka akan menjadi lebih berat. Pihaknya pun akan menjerat tersangka FR dengan pasal berlapis.

Kapolres menyebutkan, selain akan dikenakan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, tersangka juga akan dijerat Pasal 285, Pasal 287, Pasal 289, dan Pasal 290 KUHP yang ancaman hukumannya antara tujuh hingga 12 tahun penjara.

Dengan terungkapnya kasus FR ini, maka semakin panjang daftar kasus pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak di Kabupaten Rembang.

Pihak kepolisian pernah menyuarakan akan menggandeng Pemerintah Kabupaten Rembang guna melakukan gerakan pencegahan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang. (Afta Ahmad)




2 comments
  1. ahmad kodir

    Mei 25, 2013 at 12:32 am

    Bajingannnnnn. Smua itu cuma di pake topeng partono partono,,,semoga kejadian ini gak terulang di kabupaten kami lagi…cukup di jurang jero saja,semoga mendapat hukuman seumur hidup,biar bisa di liat oleh orang orang yang suka memakai topeng

    Reply
  2. ahmad kodir

    Mei 25, 2013 at 2:44 am

    Semoga di hukum yang seberat beratnya kalo perlu seumur hidup

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan