Mus dan No, Masih Buron Kasus Pencurian di Pelang

Minggu, 28 Juli 2013 | 15:59 WIB
AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Kapolres Rembang. (Foto:Puji)

AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Kapolres Rembang. (Foto:Puji)

SARANG, MataAirRadio.net – Pihak Kepolisian Resor Rembang masih memburu kedua pelaku pencurian di rumah Sutrisno, Kepala Desa Pelang Kecamatan Sarang. Sampai dengan Minggu (28/7) siang, dua buronan berinisial Mus dan No yang merupakan warga Desa Sale Kecamatan Sale itu masih dalam pengejaran polisi.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto mengaku sedang meningkatkan penyelidikan agar dua pelaku tersebut segera ditangkap. Menurutnya pencurian yang terjadi di rumah Kades Pelang itu merupakan buntut dari kelalaian pemilik rumah.

Secara khusus Kapolres meminta masyarakat agar tidak menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di rumah, tanpa adanya pengamanan yang memadai. Akan lebih baik membawa uang tunai secukupnya, sedangkan sisanya disimpan di tempat yang lebih aman, misalnya di bank.

Kapolres memastikan penangkapan terhadap Mus dan No tinggal menunggu waktu saja. Sebab identitas utuh keduanya sudah dikantongi polisi.

Sebenarnya, penggerebekan ke rumah kedua tersangka itu sudah pernah dilakukan. Namun, baik Mus dan No rupanya telah mengendus kedatangan polisi ke rumahnya. Mereka kabur sebelum polisi sampai ke rumahnya pada Sabtu siang 20 Juli lalu.

Pihaknya pun kini sedang mencermati tren banyaknya pelaku tindak kejahatan yang berasal dari wilayah Rembang bagian timur seperti Sarang dan Kragan. Menurutnya, ada kecenderungan mereka adalah penjahat kambuhan atau buronan dari luar daerah.

Sebelumnya, polisi menangkap Sur warga Pelang, Es warga Bonjor, dan Dn warga Lodan Kulon Kecamatan Sarang. Kelimanya beraksi di rumah Sutrisno pada Rabu 17 Juli lalu.

Uang tunai satu juta rupiah, perhiasan emas, kamera video, serta beberapa ponsel raib dicolong. Mereka beraksi ketika keluarga Sutrisno menunaikan salat tarawih di masjid desa setempat. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan