Atasi Kekeringan, Empat Sungai Dimanfaatkan Sebagai Dam Pengendali

Jumat, 28 September 2012 | 09:40 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni memaparkan konsep program pemanfaatan sungai secara terpadu dengan dam pengendali (cekdam) kepada awak media. (Foto: Pujianto)

REMBANG, mataairradio.net – Empat aliran sungai di Kabupaten Rembang akan dikelola secara terpadu oleh pemerintah kabupaten setempat untuk dam pengendali atau cekdam guna mengatasi kekeringan di masa mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni, Jumat (28/9), menjelaskan, pemanfaatan sungai secara terpadu tersebut merupakan pilihan realistis pemerintah kabupaten di tengah kesulitan membangun embung baru di daerah itu.

“Program ini sangat realistis untuk diterapkan. Sebab lahan pengembangan sudah tersedia secara gratis tanpa harus melakukan upaya pembebasan lahan masyarakat,” terang dia.

Disebutkan, program pengelolaan sungai terpadu diterapkan dengan memanfaatkan aliran sungai besar yakni Sungai Randugunting, Kecamatan Kaliori, Karanggeneng, Kecamatan Rembang, Babagan, Kecamatan Lasem dan Kalipang, Kecamatan Sarang.

Hamzah memaparkan, pada sepanjang aliran akan dibuat cekdam untuk menahan air yang biasanya melimpah percuma saat musim penghujan.

“Cekdam dan pintu air akan dibuat di areal sungai yang menyempit. Cadangan air yang tersimpan di cekdam bisa dipergunakan untuk kebutuhan manusia maupun ternak saat kemarau tiba,” tandas Hamzah.

Menurut dia, langkah ini lebih efektif dan menghemat anggaran karena tidak perlu membebaskan lahan. Apalagi, pemkab, kata Hamzah sudah menyiapkan regulasi pemanfaatannya.

“Karena itu akan dipetakan dulu sepanjang aliran, mana saja titik yang potensial untuk dibuat cekdam. Kami akan terus mengusulkan agar program ini bisa terealisasi,” pungkas dia. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan