Ungkap Aliran Korupsi Buku Ajar, Kejaksaan Diminta Gandeng PPATK

Jumat, 6 September 2013 | 16:08 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – LSM Antikorupsi Lespem Rembang berharap kepada pihak Kejaksaan Negeri setempat untuk menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK.

Upaya itu untuk mengungkap aliran dana dari kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar yang dinilai merugikan negara hingga empat miliar rupiah. Koordinator Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo, Jumat (6/9) siang menilai, aliran dana tersebut penting untuk diketahui.

Pihaknya berkeyakinan, uang hasil rasuah itu bocor ke lebih dari dua orang, di luar dari yang kini telah berstatus sebagai tersangka. Bambang mengaku akan menyampaikan surat resmi kepada Kejaksaan Negeri Rembang dan ke PPATK bila perlu, untuk menyelidiki aliran dana dari kasus korupsi ini.

Dikonfirmasi mengenai kemungkinan menggandeng PPATK untuk mengungkap aliran dana korupsi pengadaan buku ajar, Kasi Pidsus pada Kejaksaan Negeri Rembang Ali Mukhtar mengatakan, hal itu belum perlu.

Menurut Ali, upaya menggandeng PPATK akan dilakukan apabila kasus korupsi pengadaan buku ajar mengarah ke tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Ia mengatakan, belum ada keterangan dari tersangka yang mengarah ke tindak pidana tersebut.

Meski demikian, pihaknya akan tetap memantau jalannya persidangan yang kini telah diikuti Bambang Joko Mulyono sebagai terdakwa. Jika pada persidangan terungkap aliran dana korupsi, pihaknya akan bekerjama dengan PPATK untuk mengusutnya.

Kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar tahun 2011 di Kabupaten Rembang, menyeret Kepala Dinas Pendidikan Dandung Dwi Sucahyo dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bambang Joko Mulyono, sebagai tersangka. Keduanya kini sudah ditahan.

Bambang Joko sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, sedangkan Dandung ditahan di Rutan Rembang sejak 2 September kemarin dan saat ini berkasnya belum dilimpahkan ke pengadilan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan