Debit “Disedot” Tasikagung, Aksi Sabotase Rawan Terulang

Rabu, 26 Juni 2013 | 14:50 WIB
Pipa PDAM Rembang. (Foto:Rif)

Pipa PDAM Rembang. (Foto:Rif)

KALIORI, MataAirRadio.net – Sebagian petani di wilayah aliran sungai, keluaran dari Embung Banyukuwung khawatir terkena dampak oleh pembukaan jaringan baru dari PDAM Rembang ke Kawasan Bahari Terpadu di Tasikagung.

Pengalaman dalam beberapa tahun terakhir, setiap kali musim kemarau tiba, petani dan pelanggan rumah tangga “berebut” pasokan air dari Embung Banyukuwung. Bahkan, lantaran tidak ingin tanamannya mati, aksi sabotase pipa PDAM oleh petani beberapa kali terjadi di sejumlah titik.

Modusnya, oknum petani melubangi pipa jaringan PDAM, lalu membiarkan airnya jatuh ke sungai. Air sungai itu selanjutnya disedot untuk mengairi lahan pertanian. Cuaca yang serba tak pasti belakangan ini, memantik kemungkinan terulangnya kejadian yang sama.

Kepala Desa Gunungsari, Sunarto yang dihubungi Rabu (26/6) siang mengatakan, sebagian warganya yang berada di Dusun Gobog berharap pasokan air dari Embung Banyukuwung tetap lancar, meskipun PDAM membuka jaringan baru ke Tasikagung.

Mengenai aksi sabotase pipa PDAM, dirinya mengaku tidak tahu menahu persoalan itu sebab selain yang petani, banyak warganya yang merantau ke luar Pulau Jawa sebagai tukang cat atau tukang politur.

Sementara itu, Kepala Bagian Teknik PDAM Kabupaten Rembang Suroso mengatakan, pasokan air baik untuk pelanggan maupun untuk keperluan lahan pertanian akan aman jika semua pihak mau patuh terhadap aturan.

Ia menyebutkan, kebocoran pasokan air untuk pertanian mencapai lebih dari 40 liter per detik atau lebih besar dari yang dipakai untuk keperluan PDAM. Pihaknya hanya bisa berharap aksi perusakan pipa oleh oknum petani tidak terulang.

Belum lama ini pihaknya juga sudah mengundang sejumlah kepala desa yang berada di sepanjang aliran sungai keluaran dari Embung Banyukuwung untuk mengajukan permintaan air sesuai prosedur, tidak dengan sabotase sebagaimana tahun-tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang sedang menambah jaringan baru untuk mencukupi kebutuhan air bersih di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Tasikagung.

Pembukaan jaringan baru melalui program sistem penyediaan air minum (SPAM) dari Kementerian Keluatan dan Perikanan itu oleh PDAM diklaim sudah dihitung secara matang. Kebutuhan air untuk kawasan PPI di Tasikagung hanya lima liter per detik.

Sementara, debit air dari Embung Banyukuwung yang ditampung untuk penyuplai air baku, baru termanfaatkaan 25 liter per detik dari yang tersedia 40 liter per detik. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan