33 Nyawa Meregang Di Pantura Rembang

Senin, 30 April 2012 | 09:34 WIB


KOTA – Kepolisian Resor Rembang mencatat sebanyak 33 nyawa melayang akibat terlibat kecelakaan yang sebagian besar terjadi di jalanan sepanjang 64 kilometer Jalur Pantura setempat sejak Januari hingga 30 April 2012.

Kepala Polres Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto saat dihubungi suararembang, Senin (30/4), mengatakan kecelakaan memang menjadi persoalan paling startegis di daerah itu.

“Selain tindak kejahatan yang bersifat klasik, kecelakaan lalu lintas adalah persoalan paling strategis lainnya yang terjadi di wilayah hukum Polres Rembang,” terang mantan Kasat Pamwal Mabes Polri itu.

Menurut Kapolres, angka kecelakaan sepanjang caturwulan pertama 2012 terbilang tinggi, meski sejumlah upaya preventif telah ditempuh. “Dari sejumlah kecelakaan yang terjadi di Rembang, tercatat 33 korban meninggal dunia dan sebagian besar terjadi di Jalur Pantura,” kata dia.

Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tersebut, lanjut Kapolres, termasuk dua korban tewas akibat tabrakan antara bus Indonesia dengan mobil Suzuki APV di Kilometer 141 Tegalmulyo, Kecamatan Kragan, Senin (30/4) dini hari pukul 02.30 WIB.

Untuk menekan tingkat kecelakaan, pihaknya mengaku telah melakukan patroli pada jam-jam rawan kecelakaan.

“Sosialisasi keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran berlalu lintas di sekolah-sekolah maupun instansi, pemasangan ataupun penambahan rambu-rambu lalu lintas, penindakan terhadap para pelanggar, dan penegakan hukum untuk efek jera telah dilakukan,” kata dia.

Pihaknya juga tak segan menyampaikan jumlah korban kecelakaan kepada masyarakat dengan maksud agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berlalu lintas.

“Kami juga menjalin kerja sama dengan pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika setempat dalam upaya perbaikan dan penerangan jalan serta pemasangan rambu,” kata Kapolres menambahkan.

Ia menambahkan, upaya menekan tingkat kecelakaan dan kejahatan di wilayahnya tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian saja. “Perlu upaya dan partisipasi aktif serta kesadaran dari masyarakat,” tandas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan