Ribuan Penderma Darah di Jateng Diapresiasi Gubernur

Senin, 8 November 2021 | 14:53 WIB

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat membwrikn penghargaan kepada perwakilan ribuan pendonor darah, di Aula Kantor Gubernur setempat, pada Senin (8/11/2021). (Foto: mataairradio.com/Humas Pemprov Jateng)

 

SEMARANG, mataairradio.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan penghargaan kepada 1.070 Pendonor darah yang telah menyumbang darahnya melalui Palang Merah Indonesia (PMI) sebanyak 50 dan 75 kali.

Acara tersebut dihadiri masing-masing satu perwakilan pendonor dari 36 Unit Donor Darah PMI se Jateng. Wakil Gubernur Jateng sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Jateng, Taj Yasin Maimoen juga hadir dalam acara tersebut.

Ganjar menyampaikan penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan tinggi kepada para pendonor sukarela. Ganjar mengatakan, sikap mereka merupakan ketulusan sejati dalam laku kemanusiaan.

“Penghormatan ini kita berikan sebagai suatu rasa atau perhatian dari pemerintah kepada aksi kemanusiaan,” katanya usai acara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Senin (8/11/2021).

Donor darah, lanjut Ganjar, bukan suatu aksi yang bisa diwakilkan. Maka, Ganjar menyebut para pendonor darah sukarela melakukan aksi kemanusiaan yang sejati.

“Mungkin bukan berapa kali kita berdonor, sekalipun menurut saya itu adalah aksi sejati dari perasaan yang tulus untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tandasnya.

Kepala PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana dalam laporannya mengatakan, di kesempatan ini setidaknya ada 1.070 pendonor sukarela yang menerima penghargaan. Rinciannya pendonor sukarela ke 50 kali ada 835 orang dan pendonor 75 kali ada 235 orang.

“Perlu kami sampaikan bahwa PMI di Jawa Tengah dapat memenuhi 97 persen kantong darah di RS dan 98 persen pemenuhan plasma konvalesen,” kata Sarwa.

Yohannes Setiyono menjadi salah satu dari puluhan pendonor sukarela yang menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah. November 2021 ini, Yohannes tercatat telah berdonor sebanyak 82 kali.

“Saya sudah mulai sejak usia muda, mungkin umur 21 ketika saya ikut dalam kaum muda di Gereja Gedangan. Kemudian saya pindah ke Tanah Mas, saya tetap menjadi pendonor rutin,” kata Yohanes ditemui usai

Yohanes berharap, ke depan makin banyak warga Jawa Tengah yang menjadi pendonor sukarela. Apalagi, kata Yohanes, PMI di daerah seringkali mengalami kekurangan stok darah.

“Harapannya makin banyak orang mau mendonorkan secara sukarela, itu yang sangat kami harapkan semakin banyak lagi,” ujarnya. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan