Mengenal Lebih Dekat “Air Force One” Pesawat Presiden Indonesia

Kamis, 13 November 2014 | 14:39 WIB

 

Pesawat Kepresidenan Indonesia (Foto:fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net)

Pesawat Kepresidenan Indonesia (Foto:fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net)

 

mataairradio.com – Indonesia dapat dikatakan sedikit tertinggal dari negara-negara lain khususnya dalam urusan kepemilikan pesawat kepresidenan. Padahal keberadaan sebuah alat transportasi ini dibilang sangat penting sebagai sarana angkut presiden ketika melakukan kunjungan jarak jauh yang tidak mungkin dijangkau oleh mobil kepresidenan semisal ke daerah di luar pulau atau ke luar negeri.

Misalnya Amerika, negara adi kuasa ini sudah memiliki pesawat kepresidenan yang khusus melayani rute-rute presiden ke luar negeri sejak tahun 1990. Pesawat yang menjadi ikon negeri Paman Sam ini diberi nama Air Force One bahkan karena kehebatannya pesawat ini pernah diangkat dalam sebuah film Hollywood. Namun sebenarnya bukan berarti selama ini Indonesia tidak memiliki pesawat khusus kepresidenan.

Dilansir sari laman boombastis.com, setiap presiden Indonesia mulai dari bung Karno sejatinya sudah memiliki pesawat kepresidenan namun statusnya hanya menyewa dari maskapai komersial. Hingga akhirnya pada tahun 2010 pemerintah Indonesia mulai memesan pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) untuk dijadikan pesawat kepresidenan. Pesawat inipun sekarang telah beroperasi melayani rute penerbangan presiden RI. Kemudian apa saja kelebihan pesawat yang menjadi “Air Force One” nya Indonesia ini? Yuk kita intip.

1. Boeing Business Jet 2 (BBJ2) Adalah Pesawat Kepresidenan Pertama Sejak Kemerdekaan 69 Tahun Silam

 

Pesawat kepresidenan pertama Indonesia (Foto:assets.kompas.com)

Pesawat kepresidenan pertama Indonesia. (Foto:assets.kompas.com)

Akhirnya setelah 69 tahun merdeka impian pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat khusus kepresidenan terwujud juga. Pesawat seharga 840 miliar rupiah ini mendarat di Indonesia pada bulan April 2014 silam. Kini Presiden Indonesia tidak perlu mencarter lagi pesawat dari Garuda Indonesia untuk melakukan lawatan ke luar negeri. Dengan begitu diharapkan dapat menghemat anggaran belanja negara untuk sewa pesawat.

Sebenarnya di era Soekarno, Indonesia telah memiliki pesawat kepresidenan namun semuanya adalah hasil hibah maupun hadiah dari negara asing. Kini dengan hadirnya Boeing Business Jet 2 (BBJ2) diyakini dapat menghemat anggaran bepergian presiden sebesar 114 miliar rupiah per tahun. Untuk urusan perawatan, pesawat ini diserahkan kepada Skadron Udara 17 TNI AU di Halim Perdanakusuma, yaitu sebuah satuan khusus yang bertugas melayani penerbangan untuk presiden dan pejabat TNI.

2. Didominasi Warna Biru Putih Agar Pesawat Mampu Berkamuflase Dengan Baik

Warna biru dan putih melambangkan keselamatan penerbangan dan kamuflase. (foto:gdb.voanews.com)

Warna biru dan putih melambangkan keselamatan penerbangan dan kamuflase. (foto:gdb.voanews.com)

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa warna cat pesawat kepresidenan Indonesia kurang garang dan terkesan tidak matching. Namun ada alasan tersendiri atas pemilihan warna tersebut. Boeing Business Jet II yang juga menjadi alat transportasi khusus presiden ini didominasi warna biru muda dan putih. Warna ini mengecat seluruh bagian pesawat mulai dari depan hingga ekor.

Menurut Menteri Sekertris Negara pada era SBY mengungkapkan bahwa warna biru didesin oleh mayor angkatan udara yang berarti keamanan dalam penerbangan dan upaya dalam berkamuflase. Namun pemilihan warna biru ini mendapat cibiran dari politikus PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin yang mengaggap warna biru adalah warna Partai Demokrat.

3. Mampu Menghindar Dari Peluru Kendali dan Mampu Mendarat di Lintasan yang Pendek

Mampu Menghindar Dari Peluru Kendali dan Mampu Mendarat di Lintasan yang Pendek. (Foto:beritakotametro.co.id)

Mampu Menghindar Dari Peluru Kendali dan Mampu Mendarat di Lintasan yang Pendek. (Foto:beritakotametro.co.id)

Layaknya sebuah pesawat yang mengangkut orang nomor satu di suatu negara sudah barang tentu bukan pesawat biasa. Desain pesawat dibuat senyaman mungkin dengan tingkat keamanan maksimum. Begitu juga pesawat kepresidenan RI yang baru ini, dijelaskan oleh Mensesneg jika pesawat itu mampu menghindari peluru kendali. Ada sebuah sensor yang ditanam di dalam pesawat yang dapat mendeteksi kemungkinan ancaman dari luar.

Selain itu pesawat yang memiliki kapasitas bahan bakar 39.539 liter ini mampu terbang hingga 10.334 kilometer melintasi benua. Hebatnya lagi pesawat yang memiliki ukuran panjang 39,5 meter dengan rentang sayap 35,8 meter dan berkapasitas maksimal 70 orang ini mampu mendarat di bandara yang kecil dengan landasan yang pendek. Sehingga sangat leluasa untuk melakukan kunjungan dalam negeri sekalipun.

4. Dilengkapi Interior Mewah dan Dilayani Pramugari Cantik

Pesawat kepresidenan dilengkapi interior mewah dan pramugari cantik. (Foto:idjoel.com)

Pesawat kepresidenan dilengkapi interior mewah dan pramugari cantik. (Foto:idjoel.com)

Mekipun pada awal kedatangannya belum ada wartawan yang diizinkan untuk masuk kedalam pesawat, namun jika merujuk pada spesifikasi pesawat maka dapat dibayangkan jika kabin pesawat ini sangat nyaman dan mewah, secara yang menumpang adalah seorang kepala negara. Ada ruangan untuk tidur bagi presiden lengkap dengan ruang rapat khusus dan kamar mandi yang dilengkapi shower.

Satu lagi yang istimewa dari pesawat ini, mungkin sebagian dari kita msih ingat ketika foto pramugari cantik pesawat kepresidenan beredar di dunia maya. Salah satu anggota TNI Angkatan Udara yang ditugaskan khusus menjadi pramugari pesawat kepresidenan. Layaknya seorang pramugari tugasnya adalah melayani penumpang dari memberikan pengarahan tentang penggunaan sabuk keselamatan hingga menyiapkan jamuan bagi penumpang pesawat.

 

Sumber: boombastis.com
Editor: Arif Bahtiar




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan