Yuk Intip Usaha Kerajinan Alat Musik Islami di Bumiayu Milik Rizki

Sabtu, 11 Juni 2022 | 12:41 WIB

Usaha kerajinan alat musik islami atau rebana milik M Rizki Dani Pahlevi, di Kaliwadas RT 01 RW 02 Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. (Foto: Humas Pemprov Jateng/mataairradio.com)

BREBES, mataairradio.com – Manfaat Lapak Ganjar benar-benar dirasakan M Rizki Dani Pahlevi, warga Kaliwadas RT 01 RW 02 Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Usaha kerajinan musik islami langsung banjir orderan setelah produknya direpost di Instastory Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Rizki menceritakan bahwa di desanya merupakan sentra industri kerajinan alat musik islami. Seperti rebana, hadrah, marawis sampai beduk.

Namun, penjualannya mengalami penurunan drastis di saat pandemi Covid-19. Bahkan beberapa diantaranya gulung tikar. Sehingga para pengusaha terus melakukan upaya agar tetap survive, seperti Rizki yang ikut promosi melalui program Lapak Ganjar.

Hasilnya sangat memuaskan. Produk alat musiknya lebih dikenal luas, dan mulai dibanjiri orderan.

“Waktu pandemi seperti jalan di tempat, bahkan ada yang gulung tikar. Jadi berbagai cara dilakukan. Ada yang berjualan online dan masuk-masuk ke toko. Kalau saya ikut Lapak Ganjar di tahun 2020 dan 2021. Alhamdulillah membantu bagu saya dan teman-teman bisa dikenal secara nasional dan berimbas pada penjualan,” ujar Rizki  Sabtu (11/6/2022).

Bukan hanya alat musik saja, berkat Lapak Ganjar tersebut permintaan beduk juga meningkat. Di bulan Ramadan lalu, Rizki mendapat 30 buah pesanan beduk dari berbagai kabupaten sekitar.

“Alhamdulillah bikin 30 bedug dengan harga variasi. Alhamdulillah kehabisan stok bedug habais semua. Permintaan dari konsumen sendiri paling banyak dari kabupaten sebelah, seperti Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Tegal, Pemalang, Pekalongan dan sekitarnya,” ungkapnya.

Terkait harga, ia menuturkan, untuk alat musik rebana kisaran Rp750 ribu sampai Rp1,5 juta. Sedangkan beduk Rp12 juta sampai Rp14 juta, tergantung ukuran dan motif. Bisa dilihat dipostingan Instagram @danymusicbumiayu

“Untuk saat ini saya masih punya lima pengrajin, itu untuk proses produksinya,” tambahnya.

Menurut Rizki, Lapak Ganjar mampu merangkul UMKM baik dari Jawa Tengah maupun provinsi lain. Sehingga bisa saling mengenal produk-produk UMKM.

“Lapak Ganjar itu bisa merangkul kaitannya dengan semua kegiatan kaitannya ekonomi  baik di Jateng dan daerah lain. Kita bisa melihat produksi di luar kabupaten Brebes,” tandasnya. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan