Harga Daging Melambung, Harga Sapi Turun

Minggu, 21 Juli 2013 | 17:55 WIB
Pasar Sapi Pamotan

Pasar Sapi Pamotan

KALIORI, MataAirRadio.net – Kenaikan harga daging di pasaran, ternyata berbanding terbalik dengan harga sapi. Jika harga daging naik Rp5.000 per kilogram menjadi Rp90.000, harga sapi justru turun Rp1.000 per kilogram timbangan hidup.

Sahid, seorang peternak di Dusun Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori yang ditemui Minggu (21/7) pagi menyebutkan, harga sapi per kilogram timbangan hidup turun di kisaran Rp33.000. Sebelumnya, harga sapi per timbangan hidup berada di kisaran Rp34.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Dirinya menduga turunya harga sapi adalah buntut impor daging oleh Pemerintah. Tak lama lagi, harga daging pun diprediksi bakal turun meski sedikit. Dari sisi peternak seperti dirinya, tidak stabilnya harga daging membuat tingkat keuntungan menjadi tipis. Sebab, peternak dibayangi rasa ketakutan, harga sapi akan turun lagi sewaktu-waktu.

Sahid menambahkan, peternak saat ini lebih menunggu perkembangan harga pasar. Mereka khawatir setelah membeli sapi bakalan, harga daging sapi di pasaran Kabupaten Rembang bakal turun drastis. Penurunan harga daging tentu akan menurunkan harga ternak sapi.

Sementara itu, dari sisi pasokan, pihak Pemerintah Kabupaten Rembang mengklaim stoknya masih aman. Apalagi di Rembang tidak ada industri daging berskala besar. Mengenai kerawanan daging gelonggongan, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengawasan secara rutin ke pasar-pasar.

Sementara itu, pada penutupan aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Pamotan, Jumat (19/7) kemarin, transaksi terbilang sepi. Menurut catatan pihak Pasar Pamotan Kusrin, transaksi jual beli ternak hanya sekitar 250 ekor. Padahal biasanya transaksi mencapai 300 ekor. Saat itu, harga sapi masih tercatat stabil. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan