Warga Tagih Komitmen Pabrik Semen Soal Jalan dan Tenaga Kerja

Rabu, 4 November 2015 | 17:49 WIB
Salah seorang warga melihat secara seksama selebaran yang ditempel di rumah salah satu warga di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Rabu (4/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Salah seorang warga melihat secara seksama selebaran yang ditempel di rumah salah satu warga di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Rabu (4/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

GUNEM, mataairradio.com – Warga Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem menagih komitmen pihak pabrik semen milik PT Semen Indonesia mengenai perbaikan jalan dan penyerapan tenaga kerja lokal. Penagihan komitmen itu disuarakan melalui selebaran yang ditempel di rumah-rumah warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mataairradio, selebaran sudah tiga hari ini tertempel di rumah warga dan di titik strategis di Tegaldowo. Rabu (4/11/2015) ini, sudah tidak banyak yang masih menempel, kecuali yang di tempat kerumunan banyak orang seperti warung.

Gatot, warga yang juga Ketua BPD Tegaldowo mengaku tidak tahu siapa yang memasang selebaran di rumah-rumah warga. Dia juga tidak menduga apakah selebaran itu terkait pro-kontra pendirian pabrik semen atau tidak. Tapi yang jelas, menurutnya warga sependapat, dengan isi selebaran itu.

“Kami sependapat dengan isi selebaran itu; soal menagih komitmen pabrik semen untuk memperbaiki jalan dan penyerapan tenaga kerja serta soal debu,” katanya.

Menurut warga, jalan yang ditagih perbaikannya dari pihak pabrik semen, entah dengan mengaspal atau membetonnya merupakan jalan kampung yang membentang dari Desa Tegaldowo ke arah timur. Warga menyebutnya sebagai jalan tambang yang selama ini hanya diuruk dengan grosok.

Selama ini, jalan itu berdebu, terutama ketika dilalui truk pengangkut bahan tambang. Peredaman debu dengan penyiraman tidak dilakukan secara maksimal. Padahal saat mengikuti sosialisasi dari pihak semen, ia mendengar sendiri komitmen pabrik untuk memperbaiki ruas jalan itu.

Sementara mengenai penyerapan tenaga kerja lokal, warga berharap agar tidak ditempatkan sebagai tenaga kasar saja, tetapi juga agar diberikan kesempatan kerja kantoran. Menurutnya, banyak pemuda desa yang lulusan SMA, yang perlu diberi peluang pekerjaan yang lebih baik.

“Tegaldowo itu daerah Ring I. Memang sudah ada penyerapan tenaga kerja, tapi itu hanya tenaga kasar. Harapannya untuk tenaga kantoran juga. Di sini banyak lulusan SMA yang mestinya bisa kerja di sana (kantoran). Kalau soal skill, pihak pabrik semen pernah janji untuk melatih dulu,” kata ia.

Humas PT Semen Indonesia Suparno menyatakan akan menyampaikan penagihan komitmen warga soal perbaikan jalan itu kepada otoritas yang membidangi di perusahaannya. Namun mengenai debu, pihaknya membantah itu berasal dari aktivitas pabrik semen dan diduga dari tambang lain.

Adapun terkait dengan penyerapan tenaga kerja lokal untuk tenaga di perkantoran, Suparno menyebut sulit merealisasikan. Pasalnya, pengisian ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan pos-pos yang lowong dan kapasitas calon tenaga kerja yang bersangkutan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan