Warga Sriombo Rasakan Kabut Asap Kebakaran Hutan

Senin, 12 Oktober 2015 | 19:05 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan.  (Foto:antarajateng.com)

Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto:antarajateng.com)

 
LASEM, mataairradio.com – Warga Desa Sriombo Kecamatan Lasem menjadi bisa ikut merasakan derita para korban kabut asap di Sumatera.

Hal itu setelah kampung mereka disinggahi asap akibat kebakaran hutan di Pegunungan Lasem, Minggu (11/10/2015) petang kemarin.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Rembang Sarpani mengaku langsung meluncur ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi ada kebakaran di Sriombo.

“Informasi awal menyebut rumah yang terbakar. Tetapi setelah kami datangi, ternyata wilayah hutan. Apinya besar,” katanya.

Dia membenarkan, asap pekat masuk ke perkampungan. Tetapi pihaknya sulit melakukan pemadaman karena jarak titik api dengan kampung cukup jauh.

“Tetapi dengan bantuan ubaloka, titik api berhasil ditemukan dan dilakukan pemadaman secara manual bersama-sama warga. Warga bilang ini kayak kabut asap di Sumatera, tapi skala kecil,” terangnya.

Setelah berhasil memadamkan api kebakaran hutan di Sriombo, regu pemadam mestinya akan bergegas pulang. Namun Kepala Desa Gowak mengabarkan kepada kantor pemadam, terjadi pula kebakaran di hutan perbukitan setempat.

“Regu pemadam akhirnya bergeser ke Gowak karena angin membuat api menjalar ke sana. Juga diperbukitan,” ungkapnya.

Di perbukitan wilayah desa tersebut, regu pemadam juga harus melakukan pemadaman secara manual. Hal itu karena jarak jalan desa dengan hutan yang terbakar cukup jauh.

“Penyemprotan dengan armada pemadam menjadi tidak bisa dilakukan,” katanya.

Menurut Sarpani, pemadaman secara manual sekalipun harus dilakukan, karena menurut informasi ada satu rumah yang jaraknya kira-kira 100 meter, dari lokasi yang terbakar.

“Kami khawatir, kebakaran akan merembet dan menghanguskan rumah, meski jaraknya 100 meter, karena angin bertiup kencang,” imbuhnya.

Meski tidak sampai melakukan penyemprotan, tetapi regu pemadam kebakaran bersiaga dan melakukan pemadaman secara manual dengan ranting pohon di dua lokasi tersebut, sejak sore hingga malam pukul 22.00 WIB.

Wakil Administratur KPH Kebonharjo Asep Ruskandar menyatakan, hutan yang terbakar, merupakan hutan rakyat, bukan wilayah Perhutani.

“Itu bukan hutan Perhutani, tetapi di lahan pemajakan warga. Penyebabnya mungkin kelalaian petani yang beraktivitas di wilayah perbukitan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan