Warga Khawatir Dikerjai Varia Usaha Beton

Jumat, 8 Mei 2015 | 16:27 WIB
Batching Plant PT Varia Usaha di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto: Pujianto)

Batching Plant PT Varia Usaha di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto: Pujianto)

 
SULANG, mataairradio.com – Warga Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang mengaku khawatir dikerjai oleh pihak pabrik beton milik PT VUB atau Varia Usaha Beton.

Hal itu setelah janji untuk pindah pabrik dari Nyikaran pada bulan Mei ini, belum disertai tanda-tanda kepindahan.

Tokoh warga Dusun Nyikaran Sujoko menilai VUB semakin tidak menghiraukan warga.

“Buktinya, meski warga sekitar pabrik mengeluhkan operasional yang tak kenal waktu, VUB tetap saja beroperasi pada malam hari, bahkan sampai pagi,” ungkapnya.

Setiap kali VUB melanggar jam kerja atau beroperasi di atas pukul 15.30 WIB hingga malam bahkan pagi hari, pihak dusun mencatatnya.

“Kami akan terus berjuang semampunya jika sampai akhir Mei, pabrik belum pindah,” tegasnya.

Sujoko juga menyayangkan pelanggaran komitmen yang dilakukan oleh pihak pabrik beton milik PT VUB.

Padahal sudah banyak pihak yang menyaksikan komitmen perusahaan, yang siap untuk tidak beroperasi lagi melebihi jam kerja.

Jika pun lembur, warga akan selalu dimintai izin, tetapi itu tak dilakukan.

Hal itu belum termasuk dugaan pemalsuan tanda tangan dalam pengurusan perizinan saat pabrik itu didirikan.

Seperti diketahui, salah seorang warga yang tanahnya berbatasan langsung dengan pabrik, tidak meneken sendiri pernyataan ketidakberatannya dalam proses penerbitan izin gangguan atau HO.

Meski akhirnya ada klarifikasi dari pihak yang memberikan tanda tangan, tetapi persoalan itu tidak bisa dikesampingkan.

Sujoko dan warga lain berencana mendatangi Bupati Rembang yang dianggap diam saja ketika warga berpolemik.

“Apalagi kami sudah tiga kali berkirim surat aduan kepada Pemerintah. Katanya sudah pernah ada surat teguran, tetapi selembar pun, kami belum terima tembusannya,” bebernya.

Sementara itu, manajemen PT Varia Usaha Beton belum menanggapi keresahan warga tersebut.

Sugeng Kusheri, Manajer Operasional Pabrik PT Varia Usaha Beton di Nyikaran, belum membalas permintaan konfirmasi dari mataairradio.

Hanya saja sebelumnya, pihak VUB menyatakan cenderung pindah pabrik dari wilayah Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang.

Hal itu setelah mereka sulit mematuhi aturan yang melarang pabrik beroperasi hingga malam hari, seperti juga protes dari warga.

Pertimbangan pindah paling lambat Mei.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan