10 Persen Warga Belajar di Rembang Kembali Buta Aksara

Jumat, 27 Juni 2014 | 16:23 WIB
Bimbingan teknis peningkatan kompetensi pengurus PKBM se-Kabupaten Rembang di Gedung Hemat Rembang, Jumat (27/6) pagi. (Foto:Pujianto)

Bimbingan teknis peningkatan kompetensi pengurus PKBM se-Kabupaten Rembang di Gedung Hemat Rembang, Jumat (27/6) pagi. (Foto:Pujianto)

SEDAN, MataAirRadio.net – Sekitar 10 persen warga belajar di Kabupaten Rembang kembali buta aksara setelah mengikuti program keaksaraan fungsional di pusat kegiatan belajar masyarakat atau PKBM. Penyebab utamanya adalah usia warga belajar yang sudah lanjut atau di atas 59 tahun.

Ketua PKBM Gemilang Kecamatan Sedan Maarif menjelaskan, program lanjutan agar warga belajar tetap melek aksara, sebenarnya telah disiapkan bersama Pemerintah. Program itu di antaranya pemberian ketrampilan melalui keaksaraan usaha mandiri atau KUM.

Warga belajar di Desa Kumbo dan Lemah Putih misalnya diberi ketrampilan membuat anyaman. Dampaknya, angka warga belajar yang telah melek aksara dan mengalami kebutaan aksara kembali, nyaris tidak ada. Hanya memang, faktor usia menjadi penentu kebutaan kembali.

Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Agus Sugiyanto mengakui, ada potensi warga belajar yang telah melek aksara mengalami kebutaan huruf kembali. Pihaknya masih mendata secara pasti, jumlah warga belajar kini kembali merem aksara.

Dia pun membenarkan, sudah disiapkan langkah agar mereka yang sudah melek huruf, tidak buta aksara lagi. Caranya memang melalui aksi ketrampilan seperti keaksaraan usaha mandiri atau kewirausahaan. Selain itu, juga melalui taman bacaan masyarakat.

Agus menjelaskan, melalui aksi ketrampilan kewirausahaan dan taman bacaan, seorang warga belajar akan dituntut untuk terus menulis atau membaca, meski sekadar angka dan tulisan singkat, misalnya saat mengakses resep atas sebuah produk kue atau kuliner.

Untuk meningkatkan kompetensi pengurus PKBM se-Kabupaten Rembang, sejak Kamis (26/6) hingga Jumat (27/6) ini, Dinas Pendidikan menggelar bimbingan teknis di Gedung Hemat Jalan HOS Cokroaminoto Kota Rembang.

Berdasarkan monitoring dan evaluasi dari Dinas Pendidikan, pengelola PKBM perlu diberikan bimbingan teknis mengenai standar operasional dan prosedur pengelolaan organisasi pusat kegiatan belajar masyarakat. Mereka juga diberi materi tentang teknis memberikan motivasi dan peningkatan kapasitas warga belajar. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan