Lewati Sarang, Truk Over Muatan Dipaksa Balik Kandang

Selasa, 14 Oktober 2014 | 17:06 WIB
Jembatan timbang di tepi Jalur Pantura Desa Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Jembatan timbang di tepi Jalur Pantura Desa Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan mengawasi ketat operasional jembatan timbang di tepi Jalur Pantura Desa Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang.

Menurut Ganjar, kendaraan yang nekat melanggar jatah bobot muatan alias over muatan akan ditindak tegas dengan meminta mereka pulang. Jika dipaksa, maka Jawa Tengah akan menerima jalan rusak dan potensi kecelakaan tinggi.

“Kita awasi ketat jembatan timbang di Sarang itu. Kita pulangkan kalau over (muatan). Sebab kalau ini dipaksakan, kita terima jalan ‘moncrot’ dan kejadian kecelakaan,” kata Ganjar saat berbicara dalam sambutan pasca-pelantikan PW Ansor Jawa Tengah di Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh Rembang, Senin (13/10/2014) malam.

Dia menyebutkan, komplain terbanyak yang diterima Pemprov Jawa Tengah masih soal infrastruktur yang buruk. Menurutnya, gangguan yang terjadi pada Jembatan Comal Pemalang, menjelang Lebaran kemarin saja, telah mengacaukan sejumlah sektor.

“Kita nggak mau kasus Comal yang kemudian kita sikapi dengan memindahkan arus lalu lintas ke jalur dalam, terulang. Selain mengetatkan pengawasan di jembatan timbang, kita juga dorong PT Kereta Api Indonesia untuk segera mengaktifkan kembali jalur rel di Jalur Pantura,” tandasnya.

Ganjar menambahkan, pengawasan ketat unit layanan juga akan diterapkan pada Samsat Jawa Tengah. Samsat, menurutnya merupakan lokasi percontohan untuk penerapan layanan cepat.

“Kita ingin ubah Samsat dari tempat mengerikan, dari diperas menjadi layanan cepat. Samsat kita jadikan percontohan. Kita lakukan reformasi birokrasi demi tercapainya ‘good and clean governance’ (pemerintahan yang bagus dan bersih, red.),” tegasnya.

Sementara itu, khusus terkait operasional jembatan timbang Sarang, memang telah ada penindakan tegas terhadap truk yang melanggar tonase atau lebih dari 25 persen dari batas yang ditentukan.

“Mayoritas truk muatan yang melintas di Pantura Rembang kami paksa balik arah. Mereka kami tilang dan dibuatkan berita acara pengembalian ke daerah asal karena melanggar batas tonase,” kata Kepala Seksi Pengawasan dan Operasional Jembatan Timbang Sarang Rusman Sayogo.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan