Truk Mogok Sepekan Dibiarkan, Bisa Picu Kecelakaan

Jumat, 12 Juni 2015 | 18:32 WIB
Truk mogok di Jalur Panturawilayah Desa Tireman Kecamatan Rembang. (Foto: Pujianto)

Truk mogok di Jalur Panturawilayah Desa Tireman Kecamatan Rembang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Sebuah truk bermuatan terpantau sudah hampir sepekan ini mogok di tepi Jalan Pantura, sebelah timur Pertigaan So Klin wilayah Desa Tireman Kecamatan Rembang. Sejumlah pengguna jalan mengeluhkannya karena bisa memicu kecelakaan.

Yuri, salah satu pengguna jalan asal Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang mengatakan, semestinya aparat yang terkait segera bertindak. Paling tidak agar mengevakuasinya terlebih dulu ke lokasi yang lebih aman.

“Jika terus dibiarkan, tingkat potensi kecelakaan, akan cukup tinggi. Apalagi jalanan setempat, gelap kalau malam hari,” ujarnya kepada matairradio.

Apalagi truk bernomor polisi H 1885 AA yang ditengarai milik PT Siba itu, mogok di persis sebelah timur pertigaan, sisi selatan jalan. Badan jalan tertelan hampir dua meter.

“Dampaknya, kendaraan dari arah timur yang hendak belok ke selatan, atau sebaliknya, mesti ekstra waspada agar tidak bertabrakan,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan mataairradio pada Jumat (12/6/2015) siang, truk yang mogok itu hanya dipasangi gazon polisi di belakangnya. Kawasan mogoknya berada di kawasan tertib lalu lintas, sedangkan muatannya masih tertutup rapat terpal warna hijau.

Kepala Unit Kecelakaan pada Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail mengaku sudah menghubungi sopir dan pengurus truk. Dia membenarkan, truk itu milik PT Siba.

“Menurut pengakuan sopir, armadanya menunggu onderdil dan teknisi dari Surabaya,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa serta merta mengevakuasi armada itu ke lokasi lain. Sebab, untuk mendereknya perlu kesepakatan dengan pihak sopir truk, karena menyangkut biaya.

“Untuk menderek truk besar, biasanya menelan biaya lebih dari Rp500.000,” katanya.

Ismail menambahkan, pihaknya akan menunggu pihak armada truk hingga Sabtu atau Minggu (14/6/2015) ini. Jika tak kunjung ada kejelasan, pihaknya bakal mendereknya paksa, tetapi dengan konsekuensi biaya yang mesti ditanggung pihak perusahaan.

“Memang, truk yang mogok, rawan bikin celaka,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan