Toko di Kragan Berlomba Muliakan Guru dengan Diskon

Minggu, 7 Desember 2014 | 16:56 WIB
Toko alat listrik "Kandung"  memberikan diskon lima persen kepada setiap guru yang berbelanja. (Foto:Rif)

Toko alat listrik “Kandung” Pandangan memberikan diskon lima persen kepada setiap guru yang berbelanja. (Foto:Rif)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Sejumlah toko di Kecamatan Kragan berlomba memuliakan guru dengan memberikan layanan potongan harga alias diskon atas pembelian produk yang dijajakan.

Mereka mengaku melakukannya sebagai bentuk respon atas gerakan memuliakan guru yang dibuat oleh Anies Rasyid Baswedan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah.

“Kami merasa terpanggil untuk turut memuliakan guru dan sebagai bentuk ucapan terima kasih. Kami memberikan diskon lima persen kepada setiap guru yang berbelanja di toko kami,” ujar Bachtiar, pemilik toko “Kandung Alat Listrik” di Pandangan, Minggu (7/12/2014).

Dia menjelaskan, cukup dengan menunjukkan kartu dan atau identitas guru, maka layanan diskon tersebut akan diberikan. Bachtiar memadang perlu ada sinergi antara Pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

“Ya paling tidak, dengan memberikan diskon, maka pengeluaran guru akan sedikit terkurangi. Memang baru ini yang bisa kami berikan untuk berpartisipasi memuliakan guru,” tandasnya.

Suhartono, pemilik toko kiki sepatu dan sandal di bilangan Pasar Pandangan juga mengaku tergerak untuk melakukan upaya sederhana dalam memuliakan guru sebagai inspirasi bagi anak bangsa.

“Iya, sama. Tergerak, walau dengan diskon tak seberapa. Harapan kita, perhatian yang mungkin dipandang tak seberapa ini, mampu memberikan dukungan kepada guru agar benar-benar hadir sebagai pendidik, pengajar, bahkan inspirasi bagi siswanya,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan membuat gerakan memuliakan guru. Gerakan itu, menurut Anies, tidak perlu dilakukan karena ada peraturan menteri. Namun demikian, Anies meminta guru-guru untuk terus meningkatan kualitasnya.

Anies mengungkapkan perlunya sinergi untuk meningkatkan kesejahteraan guru, yang tidak hanya dilakukan pemerintah. Tanggung jawab pemerintah memang meningkatkan kesejahteraan para guru. Sedangkan partisipasi masyarakat adalah mengurangi pengeluaran guru.

“Segala bidang, apa yang bisa dilakukan, ya lakukan. Kalaupun tidak bisa memberikan diskon karena mepet, setidaknya didahulukan. Kalau pejabat yang didahulukan pasti protes, tapi jika guru masyarakat akan menerima,” ucapnya di berbagai media.

Setelah kesejahteraan ditingkatkan dan profesi guru dimuliakan masyarakat, selanjutnya perlu ada peningkatan kualitas. “Jangan berharap murid akan belajar jika guru tidak pernah belajar. Jangan harap anak-anak akan baik jika gurunya tidak baik,” ucap mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut.

Selain itu, guru juga harus mampu membuat sekolah itu menjadi nyaman, sehingga murid-murid akan kangen untuk terus belajar, dan tak kapok ke sekolah. Namun yang harus diingat lagi, kata Anies, jadi guru itu adalah melukis wajah Indonesia. Jadi bukan sekadar mendidik atau mengajar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan