Ratusan Surat Suara Tertukar Antar-Dapil di Rembang

Rabu, 9 April 2014 | 15:48 WIB
Ketua KPU Kabupaten Rembang, Minanus Suud (peci hitam).

Ketua KPU Kabupaten Rembang, Minanus Suud (peci hitam).

SULANG, MataAirRadio.net – Ratusan surat suara calon anggota DPRD Kabupaten Rembang, Rabu (9/4) pagi ditemukan tertukar antar-daerah pemilihan. Setidaknya 118 pucuk surat suara dari Dapil V Pamotan-Sale ditemukan nyasar di Daerah Pemilihan VI Sulang-Bulu-Gunem. Sementara, ada setidaknya 47 lembar surat suara dari Dapil VI yang ditemukan nyasar di Dapil V.

Surat suara dari Dapil V yang nyasar di Dapil VI, semuanya ditemukan di Kecamatan Sulang, dengan rincian 25 lembar di Desa Glebeg, Karangharjo 17, Pomahan 51, dan Kerep 25 lembar. Adapun surat suara dari Dapil VI yang nyasar ke Dapil V, seluruhnya ditemukan di Kecamatan Pamotan, dengan rincian 16 pucuk di Desa Sidorejo, Japerejo 22, dan Sedangagung 5 lembar.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo mengatakan, dari ratusan lembar surat suara caleg yang tertukar itu, ada 13 lembar yang sudah sempat digunakan alias tercoblos. Kesemua itu terjadi di Desa Kerep. Menurut Muchlis, tertukarnya surat suara calon anggota DPRD Kabupaten Rembang akibat kelalaian KPU saat sortir dan pengepakan surat suara.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengatakan, surat suara yang nyasar atau tertukar antar-daerah pemilihan akan dilakukan penyikapan. Pihaknya langsung meluncur ke sejumlah desa itu untuk melakukan kroscek secara langsung.

Jika mengacu pada aturan, maka terhadap TPS yang tertukar surat suaranya, nantinya akan dihentikan ketika pada penghitungan suara, memang membuktikan adanya ketertukaran itu. Setelah dihentikan, maka akan dilakukan pemungutan suara ulang dengan surat suara yang sesuai dan hanya diikuti oleh mereka yang hadir saat pemungutan suara Rabu (9/4) ini.

Namun menurut Suud, KPU juga memberikan kesempatan kepada para saksi partai politik di setiap TPS, untuk membuat kesepakatan dengan KPPS dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL). Apakah hasil itu tetap diterima sebagaimana parpol dan nomor urut yang dipilih atau tidak. Meski begitu, jika nantinya KPU Provinsi dan Pusat meminta pemungutan suara ulang, tetap akan ditaati.

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran atau SE bernomor 275/KPU/IV/2014 tertanggal 4 April 2014, pemungutan suara ulang dilakukan dengan cara KPPS menerbitkan lagi formulir C-6 atau undangan bagi pemilih di TPS setempat. Pemungutan suara ulang bisa dilakukan di hari yang sama atau selambat-lambatnya 10 hari sejak tanggal 9 April ini. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan