Sudah Waras, Puluhan Penghuni Balai Sosial Dipulangkan

Kamis, 4 Februari 2016 | 14:58 WIB
Seorang petugas di Balai Rehabilitasi Sosial Pangrukti Mulyo Rembang II tampak sedang mendampingi salah satu penghuni membuat kerajinan keset dari kain perca, Kamis (4/2/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Seorang petugas di Balai Rehabilitasi Sosial Pangrukti Mulyo Rembang II tampak sedang mendampingi salah satu penghuni membuat kerajinan keset dari kain perca, Kamis (4/2/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sekitar 30 orang penghuni Balai Rehabilitasi Sosial Pangrungkti Mulyo Rembang II dipulangkan kepada keluarganya karena dianggap sudah waras atau layak untuk kembali berbaur dengan masyarakat.

Menurut Kepala Seksi Penyantunan pada Balai Rehabilitasi Sosial Pangrukti Mulyo Rembang II Gatut Rudi Ruliyanto, Kamis (4/2/2016) pagi, mereka yang dipulangkan itu sebelumnya berasal dari berbagai daerah.

“Ada 30 orang dari Surakarta, Boyolali, Kudus, Pati, dan Rembang yang kita pulangkan karena sudah layak kita kembalikan kepada keluarga,” kata Rudi kepada reporter mataairradio.

Mereka yang dipulangkan itu kebanyakan juga beridentitas jelas, karena pihak keluarga yang mengirimkan. Sementara para pengidap gangguan jiwa dan sosial hasil razia petugas Satpol PP, sejauh ini masih menjadi penghuni di balai rehabilitasi sosial tersebut.

“Kalau yang hasil operasi satpol itu, karena tidak jelas identitasnya, ya masih disini,” terangnya.

Gatut Rudi menjelaskan, mereka yang menghuni balai rehabilitasi sosial diajari beragam keterampilan seperti membuat keset, sulak, dan membatik.

“Total ada 108 orang yang ditampung di balai rehabilitasi sosial ini. Ya overload,” tandasnya.

Menurutnya, dengan memberi banyak kegiatan dan keterampilan, warga balai tidak akan punya waktu untuk melamun sehingga pemulihannya tak berlangsung lama.

“Yang repot justru keluarga dan masyarakat yang kerap tidak menerima secara selayaknya para eks penghuni balai,” keluhnya.

Bekas warga balai rehabilitasi sosial malah sering diolok-olok oleh masyarakat dan keluarga ketika dipulangkan.

Padahal, perlakuan baik terhadap penyandang psikosis berarti penting bagi mereka untuk penguatan kesehatan kejiwaannya.

Rudi menegaskan, sekitar 30 orang eks penghuni balai rehabilitasi sosial yang dipulangkan itu adalah yang tercatat pada 2015.

Angka tersebut lebih banyak dari yang dipulangkan pada 2014. Hal itu karena di tahun 2014, mereka yang menghuni balai, mayoritas berasal dari hasil razia Satpol PP.

Ditambahkannya, sebelum pihak balai memulangkan, pihak keluarga dari penyandang psikosis dipanggil dan diberikan arahan, termasuk soal cara memberikan perhatian kepada mereka agar kondisi kejiwaan tidak kembali goncang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan