Selter PKL Gatot Subroto Masih Nganggur

Rabu, 29 Januari 2014 | 15:05 WIB
Selter atau bangunan kecil beratap tempat teduh pedagang kaki lima di bilangan sisi utara Jalan Gatot Subroto Kota Rembang. (Foto:Puji)

Selter atau bangunan kecil beratap tempat teduh pedagang kaki lima di bilangan sisi utara Jalan Gatot Subroto Kota Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Selter atau bangunan kecil beratap tempat teduh pedagang kaki lima di bilangan sisi utara Jalan Gatot Subroto Kota Rembang, masih dianggurkan alias belum ditempati. Hingga Rabu (29/1) siang, selter yang mampu menampung delapan PKL ini, belum ada tanda-tanda akan dimanfaatkan.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Endro Riyadi menjelaskan, pedagang kaki lima yang akan menempati selter di bilangan Jalan Gatot Subroto sudah ada. Mereka tinggal pindah, begitu waktunya sudah tepat.

Menurut Endro, sedianya mereka sudah akan menempati selter tersebut pada Januari ini, namun karena terkendala cuaca, pedagang belum menempatinya. Pedagang penghuni selter tidak harus berjualan menu makanan tertentu. Sementara untuk selter yang berada di sisi timur-utara dan selatan alun-alun, sejauh ini sudah dimanfaatkan oleh sebagian PKL di malam hari.

Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Rembang Yoyok mengakui, selter di bilangan Jalan Gatot Subroto itu belum akan ditempati, meski sebenarnya sudah bisa ditempati sekarang. Menurutnya, secara teknis, fasilitas air dan listrik di selter itu belum tersedia.

Dia mengatakan, selter Gatot Subroto akan ditempati oleh pedagang non-PKL lama. Yoyok membenarkan, pedagang yang akan menempatinya telah didaftar dan tinggal menempati saja. Dia mengharapkan, pedagang yang menempati selter anyar itu menjual produk makanan alias kuliner. Di selter ini, menurut rencana, pedagang bisa berjualan secara penuh pada pagi dan malam hari.

Yoyok menambahkan jumlah keseluruhan PKL yang berdagang di kawasan Alun-Alun Rembang sebanyak 132 orang. Kini, sebagian dari mereka sudah mulai menempati lokasi lamanya. Itu setelah revitalisasi tahap pertama alun-alun, tuntas dilakukan akhir tahun kemarin. Penataan tahap pertama alun-alun menelan anggaran hingga Rp1,5 miliar. Menurut rencana, alun-alun ditata dalam tiga tahap dengan nilai total anggaran mencapai Rp6,7 miliar. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan