Satu Pekerja Tewas Akibat Tertimpa Crane Roboh

Jumat, 2 Oktober 2015 | 18:11 WIB

 

Crane berkekuatan 45 ton di proyek pabrik semen milik PT Semen Indonesia di Rembang, roboh dan menimpa seorang helper hingga tewas, Jumat (2/10/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Crane berkekuatan 45 ton di proyek pabrik semen milik PT Semen Indonesia di Rembang, roboh dan menimpa seorang helper hingga tewas, Jumat (2/10/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 
GUNEM, mataairradio.com – Seorang pekerja tewas akibat tertimpa crane yang roboh di proyek pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia di wilayah Gunung Bokong Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Jumat (2/10/2015) pagi.

Korban bernama Suyono (37) warga Desa Wolu Tengah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menurut keterangan yang dihimpun, insiden itu bermula ketika crane berkekuatan 45 ton hendak memindahkan material seberat kira-kira 1 ton.

Material yang akan diangkat berada di belakang bodi crane, sehingga batang crane mesti diputar berbalik ke belakang. Tetapi ketika akan turun, batang crane langsung jatuh.

Diduga, salah satu hidrolik yang difungsikan sebagai penyangga batang crane, tidak beroperasi maksimal. Akibatnya, korban yang merupakan helper alat berat itu tertimpa, karena berada di dekat crane.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan patah dua kaki sehingga akhirnya meninggal dunia. Menurut informasi, korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Blora.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Agung Wiharto menyatakan sudah mendapat informasi mengenai insiden crane roboh di proyek pembangunan pabrik semen di Rembang.

“Kami akan menarik responsibility (pertanggungjawaban) dari kontraktor yang terkait. Pasca-insiden, kami akan ‘do the best’ (melakukan yang terbaik) bagi keluarga korban,” terangnya.

Agung mengaku dikontak oleh kepala proyek setempat dengan nada setengah menangis. Sebab, pihak penanggung jawab proyek hampir telah selalu menekankan pentingnya keselamatan kerja.

“Mulai sekarang, kita akan lebih ketat dalam memeriksa secara langsung (kelaikan semua elemen) sebelum operasi di tiap harinya. Agar setiap kegiatan selalu disertai dengan operator,” tandasnya.

Pihak perusahaan meminta pula agar induksi keselamatan kerja dilakukan pada seluruh jenis pekerjaan di proyek pembangunan pabrik semen di Rembang.

“Kami tentu berharap tidak akan terjadi lagi insiden semacam ini,” tegasnya.

Mengenai kontraktor pekerjaan tersebut, Agung menyatakan memakai kontraktor lokal untuk pemberdayaan potensi daerah. Kontraktor sudah dipilih berdasarkan kualifikasi terbaik.

“Evaluasi pasti kita lakukan. Kalau terbukti menyalahi prosedur, kontraktor akan kami ganti,” imbuhnya.

Pihak Kepolisian Resor Rembang sedang menangai insiden tersebut. Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono menyatakan masih memeriksa beberapa pihak yang mesti bertanggungjawab atas kecelakaan kerja kali ini.

“Kami sedang tangani,” ujarnya singkat.

Pihak kepolisian menerjunkan dua tim. Tim pertama mengorek keterangan dari operator crane di Mapolres Rembang dan tim lain melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi proyek. Aktivitas crane berada di bawah tanggung jawab PT Manunggal Jaya Sakti (MJS).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan