Samsat Rembang Blokir Puluhan STNK, Gara-gara Begal

Rabu, 11 Maret 2015 | 19:52 WIB
Abdul Wakhid saat membuka catatan tunggakan pajak dari ribuan pemilik kendaraan bermotor di Rembang, Sabtu (7/2/2015). (Foto: Pujianto)

Abdul Wakhid saat membuka catatan tunggakan pajak dari ribuan pemilik kendaraan bermotor di Rembang, Sabtu (7/2/2015). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Samsat Rembang memblokir puluhan surat tanda nomor kendaraan atau STNK dalam kurun satu tahun terakhir.

Hal itu seiring tingkat pencurian serta penggelapan dan penipuan kendaraan bermotor di Kabupaten Rembang.

Menurut Kepala Seksi Pajak dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah Rembang Susworo, permintaan pemblokiran STNK sebanyak itu sudah terbilang tinggi.

Dia enggan merinci lebih jauh data pasti pemblokiran STNK di Samsat Rembang.

“Dari puluhan STNK yang diblokir, hanya sedikit yang karena korban begal. Permintaan pemblokiran STNK paling banyak dari korban pencurian sepeda motor dan trennya cenderung tak banyak berubah,” ungkapnya kepada mataairradio, Rabu (11/3/2015) siang.

Selama ini, wajib pajak yang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor langsung mengurus permintaan blokir STNK ke Samsat Rembang.

Adapun kelengkapan berkas yang harus dilampirkan antara lain berita acara pemeriksaan dari Polsek atau Polres serta salinan KTP dan STNK.

Pengajuan blokir STNK kebanyakan untuk melengkapi klaim asuransi dari sepeda motor yang hilang. Kebanyakan sepeda motor yang dicuri masih dalam status kredit.

Sementara itu, sejak aksi begal makin lekat di telinga masyarakat, hampir semua kepolisian sektor meningkatkan intensitas patroli.

Di wilayah Polsek Bulu misalnya. Kapolsek Bulu AKP Eddy Pujiharto mengaku menggiatkan patroli pada setiap pukul 18.00-20.00 WIB.

“Patroli digiatkan antara lain di daerah Songkelmereng yang merupakan kawasan hutan,” katanya.

Warga diimbau waspada begal, salah satunya tidak bepergian sendirian malam hari.

Divisi Humas Polri baru-baru ini melansir informasi terkait kehilangan surat-surat kendaraan. Intinya, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu syarat-syarat dan prosedur pengurusan.

Untuk syarat-syarat data, pemohon wajib menyiapkan KTP pemilik kendaraan; asli dan fotokopi, lalu fotokopi STNK yang hilang, surat keterangan hilang STNK dari polsek atau polres setempat, serta BPKB asli dan fotokopi.

Menurut Polri, ada baiknya membuat copy surat-surat berharga seperti SIM, KTP, STNK, dan BPKB untuk arsip saat barang asli hilang.

Untuk STNK, Samsat sebenarnya sudah punya arsip untuk mencari kopian data tentang nomor kendaraan. Namun, akan lebih mudah jika ada copy dari surat tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan