Sahabat dan Santri Suguhkan Persembahan bagi Gus Mus

Kamis, 15 Agustus 2019 | 00:34 WIB
KH Ahmad Mustofa Bisri menyrerahkan tumpeng kepada gurunya. (Foto: Uus Tri)

SEMARANG, mataairradio.com – Para sahabat dan santri memberi persembahan bagi ulama sekaligus budayawan ternama KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Persembahan itu dikemas dalam kegiatan “75 Tahun Gus Mus: Persembahan Sahabat dan Santri untuk Kiaiku” di Sam Poo Kong, Semarang, Rabu (14/8/2019) malam.

Sejumlah tokoh hadir dalam perayaan ulang tahun Gus Mus, antara lain Mahfud MD, Ganjar Pranowo, Susi Pudjiastuti, serta sejumlah seniman dan budayawan Tanah Air seperti Sujiwo Tejo, penyair Zawawi Imron, Kirun, dan Marwoto.

Wahyu Salvana, Penanggungjawab acara tersebut mengatakan, acara malam itu antara lain untuk menyuarakan arti kemanusiaan, saling menghargai, dan memanusiakan manusia.

“Menyampaikan spirit menyembah yang Esa, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan mengasihi sesama. Akhir-akhir ini, yang demikian masih belum klir di negeri ini. Kita masih dapati anak menghujat orang tua dan sebaliknya,” ujarnya.

Soal lokasi penyelenggaraan acara yang di Semarang, menurut menantu Gus Mus ini, karena permintaan para sahabat dan santri yang tersebar di Jawa Tengah.

“(Di Sam Poo Kong) Karena di situ tempatnya luas. Tidak jauh dari Rembang. Gus Mus juga lahir di Jawa Tengah,” terangnya.

Perhelatan yang  dihadiri oleh beragam kalangan ini, sekaligus guna mengenang wafat ulama sepuh, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang KH Maimoen Zubair.

Gus Mus berulang tahun ke-75 pada 10 Agustus 2019. Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang ini lahir pada 10 Agustus 1944.

“(Pas ulang tahun) Hanya syukuran sederhana di rumah. Bersama putra-putri, cucu, dan santri, selepas magrib (Sabtu, 10 Agustus 2019),” pungkasnya.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan