Rentan Kebakaran, Rembang Tambah Satu Armada Pemadam

Jumat, 19 Februari 2016 | 13:28 WIB
Armada pemadam dan tangki air pemadam kebakaran di Markas Pemadam Kebakaran Pemkab Rembang. (Foto: Pujianto)

Armada pemadam dan tangki air pemadam kebakaran di Markas Pemadam Kebakaran Pemkab Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum akan menambah satu armada pemadam dan satu mobil tangki pada tahun ini, mengingat kerawanan bencana kebakaran di daerah setempat.

Kepala Bidang Kebersihan dan Drainase pada DPU Rembang Mukhamad Rokhim, Jumat (19/2/2016) siang mengatakan, pengadaan tambahan satu armada pemadam dan satu tangki akan dilakukan pada triwulan kedua tahun ini.

“Pengadaan armada baru pada triwulan kedua tahun ini nanti untuk menggantikan satu armada lawas,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Sementara pengadaan satu mobil tangki untuk menggantikan tangki lama yang kini sudah tidak bisa lagi dioperasionalkan karena rusak berat.

“Kami punya 4 armada pemadam, tapi 1 di antaranya keluaran tahun 1995, sedangkan mobil tangki ada 4, tapi 1 di antaranya rusak,” bebernya.

Rokhim juga mengatakan, dari kajian pihaknya, untuk kabupaten dengan penduduk lebih dari 612.000 orang seperti Rembang, mestinya ada paling tidak 10 armada pemadam dengan didukung 100 lebih personel penjinak api.

“Rasio personel pemadam itu 1:5.000. Dengan penduduk 612.000 jiwa lebih, maka jumlah personel pemadam 100 orang lebih. Kita punya 30 orang,” jelasnya.

Namun karena harga armada pemadam dan mobil tangki cukup mahal, ditambah biaya gaji yang tinggi jika harus menambah personel hingga ideal, maka penambahan unit maupun petugas, dilakukan dengan mengacu kemampuan anggaran.

Disebutkannya, harga per unit armada pemadam kebakaran mencapai Rp1 miliar lebih, sedangkan harga mobil tangki sekitar Rp350 juta.

“Kayaknya kami belum akan menambah petugas karena sifat personel yang dipakai hanya pada saat diperlukan saja,” tegasnya.

Sarpani, salah seorang petugas pemadam kebakaran mengaku lebih banyak mengisi waktu pada musim hujan seperti sekarang, dengan melakukan perawatan kendaraan.

“Saat ini ya mengecek ketercukupan oli dan memeriksa tekanan ban serta memanaskan enjin kendaraan,” katanya.

Meski kasus kebakaran jarang terjadi di musim hujan, pihaknya memastikan tetap siaga. Baik armada pemadam kebakaran maupun tangki, semua penuh terisi air.

“Iya memang 1 dari 4 armada pemadam kebakaran sudah layak diganti karena tua. Begitu juga 1 mobil tangki yang kini rusak,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan