Rencana Relokasi Pasar Hewan Pamotan Terkatung-katung

Selasa, 9 Agustus 2016 | 18:45 WIB
Kondisi arus lalu lintas di kawasan Pasar Hewan Pamotan tampak semrawut pada Selasa (9/8/2016). Kondisi semacam ini berlangsung di hampir setiap Selasa di tiap pekannya. (Foto: Pujianto)

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Pasar Hewan Pamotan tampak semrawut pada Selasa (9/8/2016). Kondisi semacam ini berlangsung di hampir setiap Selasa di tiap pekannya. (Foto: Pujianto)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Rencana relokasi Pasar Hewan Pamotan di wilayah Desa Pamotan Kecamatan Pamotan terkatung-katung sampai saat ini, sehingga pihak Pemerintah Kabupaten Rembang dianggap tidak mampu menatanya.

Anggapan itu karena wacana relokasi sudah mengemuka sejak 2014, sedangkan setiap kali hari pasaran tiba, atau setiap Selasa, kemacetan arus mencapai dua kilometer, baik yang dari arah Sedan atau Sale maupun dari arah Lasem atau Rembang.

Apalagi, kapasitas pasar hewan tersebut terbilang over, lokasinya berada dekat dengan area Sekolah Dasar Negeri 3 Pamotan, dan tak didukung lahan parkir yang memadai.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang Muntoha berdalih, ada beberapa sebab sehingga relokasi Pasar Hewan Pamotan belum bisa dilakukan.

“Ketidakmampuan merelokasi karena faktor tanah. Kami sudah mencari sejak dulu tanah pengganti tetapi belum menemukan. Biasanya, jika ada tanah yang cocok, pemilik langsung menaikan harganya,” kilahnya.

Ia menyebutkan, dibutuhkan setidaknya lahan seluas dua hektare untuk lokasi pasar hewan baru. Lokasinya pun harus strategis dan berada di tepian jalan raya.

Berdasarkan studi kelayakan yang melibatkan tim ahli dari Undip Semarang, pasar hewan yang baru idealnya berada di kawasan arah Lasem di sekitar utara Pasar Pamotan.

“Apalagi juga belum ada anggaran untuk keperluan relokasi dan kemampuan mengenai harga tanah sesuai nilai jual objek pajak Rp50.000 per meter persegi, sedangkan harga di lapangan di kisaran Rp200-300 ribu per meter persegi,” paparnya.

Pihaknya tidak menarget kapan relokasinya, apalagi ntuk pencarian lahan pengganti itu, Muntoha mengaku harus berhati-hati. Nantinya apabila sudah mendapat lahan yang sesuai, pihaknya akan langsung mengusulkan pembiayaannya ke APBD.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan