Rembang Tunggu Analisis DP4 dari KPU Pusat

Jumat, 19 Juni 2015 | 17:33 WIB
Ketua KPU Rembang Minanus Suud. (Foto: Pujianto)

Ketua KPU Rembang Minanus Suud. (Foto: Pujianto)


REMBANG, mataairradio.com –
Komisi Pemilihan Umum Rembang hingga Jumat (19/6/2015) ini masih menunggu penyampaian hasil analisis DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih) dari KPU Pusat. Analisis DP4 itu diperlukan KPU Rembang untuk menyusun daftar pemilih di Pilkada mulai 24 Juni nanti.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud tidak terlalu cemas dengan belum disampaikannya hasil analisis DP4 dari KPU Pusat. Menurutnya, rentang waktu yang tersedia bagi KPU kabupaten untuk menerima kiriman hasil analisis DP4, masih sampai 23 Juni atau tiga hari lagi.

“Kami perlu untuk segera melakukan persiapan guna menyusun daftar pemilih di pemilihan bupati dan wakil bupati, mulai 24 Juni nanti. Tetapi kami menunggu saja karena masih cukup waktu,” katanya kepada mataairradio.

Minanus Suud memastikan untuk tidak mengontak KPU Pusat maupun Provinsi, guna mengetahui progres penyampaian hasil analisis DP4. Ditegaskannya, masih ada waktu aman untuk menunggu kiriman itu.

Dia menjelaskan, nantinya begitu hasil analisis DP4 dari KPU Pusat melalui KPU Provinsi diterima, akan langsung dilakukan analisis ulang. Analisis tersebut dilakukan dengan menyandingkan DP4 dengan daftar pemilih di Pemilu terakhir, dalam hal ini Pemilihan Presiden 2014.

“Sambil menunggu kiriman hasil analisis DP4 dari KPU Pusat dan analisis ulang oleh KPU Kabupaten, Panitia Pemungutan Suara (PPS) bisa berancang-ancang mengangkat petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). PPDP mesti terbentuk sebelum 15 Juli mendatang,” terangnya.

Ketua KPU menambahkan, nantinya setelah daftar pemilih disusun dan PPDP sudah diangkat, proses pemutakhiran atau pencocokan dan penelitian daftar pemilih akan berlangsung mulai 15 Juli hingga 19 Agustus 2015.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan