Redam Gejolak Harga, Cabai Rembang Ditawarkan ke Jakarta

Selasa, 10 Januari 2017 | 23:10 WIB

Minimnya pasokan masih melambungkan harga cabai jenis rawit di Pasar Rembang, Selasa (27/12/2016). Namun harga cabai jenis merah keriting dan hijau, justru mengalami penurunan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Cabai dari Kabupaten Rembang dianggap memungkinkan untuk dikirim ke Jakarta guna meredam gejolak harga komoditas itu di Ibukota.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Suratmin, Selasa (10/1/2017), menjelaskan cabai rawit daerah ini kebanyakan dijual di pasar lokal dan dibeli tengkulak.

“Selama ini cabai rawit Rembang dijual di pasar lokal dan dibeli tengkulak yang menggepul di Rembang yang kemudian dijual di berbagai kota,” katanya kepada wartawan di media centre.

Menurutnya, Kementerian Pertanian bisa saja membawa komoditas cabai rawit dari petani di Kabupaten Rembang untuk dibawa ke kota-kota besar seperti Ibukota, Jakarta.

“Kalau mau ambil langsung dari sini dibawa ke Pasar Induk di Jakarta, nanti kita bisa bant, sehingga bisa membantu penurunan harga terutama di kota-kota besar seperti Jakarta yang mencapai Rp120.000 per kilo,” paparnya.

Harga cabai rawit di Pasar Rembang, menurut Suratmin, masih berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Memang pasokan komoditas itu kini lesu seiring minimnya petani yang panen, tetapi masih memungkinkan dari Rembang.

“Tahun ini, kami juga akan mengembangkan tanaman cabai rawit. Targetnya ada penambahan area tanam sekitar 100 hektare. Saat ini luasan tanam kita sekitar 600 hektare,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan