PSIR Ditahan Imbang Persis

Jumat, 25 April 2014 | 19:04 WIB
Pemain PSIR Rembang Effendi 'Bendot' melancarkan tembakan ke gawang Persis Solo, Jum'at (25/4) di Stadio Krida Rembang. (Foto:Pujianto)

Pemain PSIR Rembang Effendi ‘Bendot’ melancarkan tembakan ke gawang Persis Solo, Jum’at (25/4) di Stadio Krida Rembang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – PSIR Rembang harus rela berbagi poin dengan tamunya Persis Solo, setelah hanya bermain imbang 1-1, dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama di Stadion Krida, Jumat (25/4) petang.

PSIR kebobolan terlebih dahulu oleh gol Marcello Cirelli pada menit ke-44, melalui tendangan keras kaki kiri yang mengarah di pojok kanan tanpa bisa diantisipasi kiper Nanang Hermawan.

Laskar Dampo Awang baru berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui eksekusi tendangan penalti yang dilesakkan striker Bissa Donald. Sebelumnya, Amsar Risahundua dijatuhkan Hendri, pemain belakang Persis Solo, di kotak terlarang.

Di laga ini, PSIR tampil seperti penuh beban. Pelatih PSIR Bambang Handoyo yang ditemui seusai pertandingan mengaku kecewa terhadap permainan anak asuhnya yang disebut di bawah performa ketika tampil melawan PSIS Semarang dan Persiku Kudus.

Bambang juga menyebut, Yoni Ustaf Buchori dan kawan-kawan tidak bermain sesuai instruksi yakni “pressing” ketat terhadap pemain lawan dan justru larut dalam tempo Persis. Dia mengakui anak asuhnya terbebani target kemenangan dan kalah kualitas pemain dari Persis Solo.

Sementara itu, kubu Persis Solo mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Davit Prihatmoko. Pelatih Persis Solo Widiantoro menganggap kegagalan timnya untuk merebut poin penuh dari kandang PSIR, adalah wasit yang berpihak pada tuan rumah.

Dia menilai, pelanggaran yang berbuah penalti bagi tuan rumah tidak semestinya diberikan wasit. Widiantoro juga menganggap kemenangan timnya dirampas oleh pengadil pertandingan. Sebab, terjatuhnya Amsar Risahundua, menurut dia, berbau diving.

Ardi, salah seorang penonton dari Sulang mengaku tidak puas atas penampilan PSIR di laga kali ini. Dia menilai sejumlah pemain tampil egois atau individualis, salah satunya Suyono.

Menurutnya, di babak kedua terutama, ada sejumlah peluang penting, seandainya Suyono segera mengumpan bola kepada rekannya, seperti kepada Bissa Donald, Effendi, dan Amsar Risahundua. Lantaran kelamaan membawa bola, serangan kerap mentah.

Dari pertandingan ini, PSIR terancam kehilangan Zaenal Arifin “Cheng”, akibat kambuh cedera engkel sebelum paruh pertama pertandingan. Hanya mampu menahan imbang Peris Solo, pemain PSIR juga mengoleksi tiga kartu kuning, masing-masing dari Kery Yudiono, Lintang Trisno Saputro, dan Kande Lansana. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan