Produk UKM Jateng Bakal Sasar Pasar Jepang

Rabu, 22 September 2021 | 08:30 WIB

Gubernur Jateng saat temu wicara dalam rangkaian Acara UKM Virtual Expo (UVO) 2021 di Bank Jateng cabang Surakarta, Selasa (21/9/2021). (Foto: mataairradio.com)

 

SURAKARTA, mataairradio.com – Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) asal Jawa Tengah bakal menyasar pasar Jepang. Untuk merealisasikan strategi ekonomi tersebut, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo akan segera berkomunikasi dengan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi.

Hal ini dikatakan oleh Gubernur Jateng saat temu wicara dalam rangkaian Acara UKM Virtual Expo (UVO) 2021 di Bank Jateng cabang Surakarta, Selasa (21/9/2021).

Ganjar merespon permintaan tentang produk UKM asal Jawa Tengah yang berpeluang lebar dijual di Jepang, oleh diaspora asal Indonesia yang saat ini tengah berada di Jepang.

“Hari ini kita menjajaki pasar Eropa dan Jepang. Jepang mengatakan produk makanan diminati. Bahkan ada yang siap menjualkan. Mereka minta adjust (disesuaikan) saja, kualitas sudah baik cuma kemasan kegedean, maunya sekali makan. Ok tak gaweke,” kata Ganjar.

Ganjar berjanji, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Jepang, terkait teknis pembuatan dokumen UMKM untuk masuk ke Jepang.

“Nanti segera saya siapkan, nanti saya akan kontak Heri Akhmadi agar kita bisa siapkan lebih detail. Saya minta bantuan teman-teman di sana kira-kira produk apa (yang dibutuhkan) di sana (Jepang),” tegasnya.

Teguh Wahyudi, salah satu pengusaha asal Indonesia yang kini tinggal di Jepang mengaku menyambut baik rencana trobosan yang akan dilakukan Ganjar. Menurutnya, kebutuhan akan produk UKM dari Jawa Tengah terbilang sangat tinggi.

Produk UKM dari Jawa Tengah cukup memiliki daya saing dan berkualitas. Namun, ia khawatir akan persyaratan dokumen yang nantinya menjadi penghambat kerja sama UKM Jawa Tengah dengan perusahaan miliknya.

“Kami juga butuh bawang merah dan bawang goreng, Pak Ganjar. Kemarin ibu Konjen menawarkan produk yang bagus dari Jateng. Saya khawatir untuk teknis dokumen ketiga itu cukup susah. Harapan kami ada konsolidator yang bisa bantu kawan UKM agar hubungan dengan kami cepat dan lancar,” bebernya.

Ia menyebutkan, ada empat pangsa pasar yang dapat disasar UKM Jawa Tengah. Yang pertama ada sebanyak 70 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang.

Kemudian komunitas Muslim yang jumlahnya mencapai 200 ribu jiwa, lalu ada Warga Negara Asing (WNA) jumlahnya mencapai 2,8 juta jiwa, serta penduduk Jepang sendiri.

Teguh menilai, itu bisa menjadi peluang bagi pelaku UKM Jateng. Terlebih lagi, perusahaan yang Teguh pimpin, saat ini tengah menyiapkan gudang distribusi yang bisa menampung dan mendistribusikan produk dari Indonesia, tak terkecuali dari Jawa Tengah.

Selain di pasar Jepang, produk furnitur UKM Jateng juga diminati oleh pasar Eropa. Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah akan bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kadin, dan PT Adhyata.

Kerja sama itu nanti, berupa mengirim sampel produk mebel ke Belgia. Di sana, produk mebel asal Jateng nantinya dipamerkan selama satu tahun di Borgerhub.

Kepala Dinkop UKM Jateng Ema Rachmawati mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan para pelaku UKM dibidang furnitur, untuk bisa mengirim produknya.

“Nanti mudah-mudahan pada 1 Oktober kirim produk sampel ke Belgia, satu kontainer 40 feet, sekitar 50 ton furnitur dari Jateng. Kebanyakan yang disukai meja fosil,” terang Ema.

Ia juga mengatakan, nantinya Dinkop UKM akan membentuk badan promosi dan pemasaran Indonesia-Belgia. Selain itu, juga akan ada peluang pemasaran produk Jateng melalui pasar-digital atau marketplace di Belgia.

“Adapun, untuk biaya pengiriman produk furnitur ditanggung sepenuhnya oleh Bank Indonesia. Sementara, untuk gelaran UVO 2021, didukung oleh Bank Jateng,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan Dinkop UKM Jateng, transaksi pada gelaran UVO 2021, transaksi berjalan barang furnitur mencapai sekitar Rp200 juta.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan