PPK Proyek PPID Rembang Dituntut Hukuman Tiga Tahun Penjara

Rabu, 2 Juli 2014 | 18:00 WIB
Abdul Muttaqin (berbaju kotak-kotak) seusai diperiksa di Kejaksaan Negeri Rembang, belum lama ini. (Foto Pujianto)

Abdul Muttaqin (berbaju kotak-kotak) seusai diperiksa di Kejaksaan Negeri Rembang, belum lama ini. (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Program Percepatan Infrastruktur Daerah (PPID) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang Abdul Muttaqin, dituntut hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Tuntutan itu diajukan oleh jaksa penuntut umum dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (2/7) siang. Muttaqin tampak syok dengan tuntutan yang dibacakan JPU. Istri Muttaqin yang mendampingi, juga langsung marah-marah. Tuntutan ini dianggap terlalu tinggi.

Penasehat hukum terdakwa, Darmawan Budiharto yang dihubungi MataAir Radio akan mengajukan pledoi atas kliennya pada persidangan lanjutan tanggal 11 Juli nanti. Selain dirinya, Muttaqin juga akan membuat pledoi atau nota pembelaan tersendiri.

Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang menanggapi dingin tuntutan terhadap pejabat asal Ngemplak Kecamatan Lasem. Pegiat anti-korupsi dari Lespem Bambang Wahyu Widodo menyebut JPU tak pantas menuntut Muttaqin dengan hukuman tersebut, sementara Bupati Non-Aktif Rembang yang telah divonis bersalah dalam kasus korupsi RBSJ, hanya dituntut dua tahun enam bulan.

Namun JPU sah-sah saja menuntut Muttaqin dengan hukuman tersebut. Hanya saja, JPU mestinya lebih cermat dalam menangani kasus ini, sebab sejumlah pihak yang mestinya layak menjadi tersangka dan harus bertanggung jawab, masih belum tersentuh.

JPU menurut Lespem juga kurang memahami peran masing-masing pihak, sebelum menuntutkan hukuman. Muttaqin yang disebut Lespem sebatas korban dan memenuhi perintah atasannya, mestinya tidak lebih berat hukumannya dibandingkan Penguasa yang memerintahnya.

Sementara itu, persidangan terhadap terdakwa lain dalam kasus PPID yakni Kepala Dinas ESDM Agus Supriyanto, masih dalam tahapan pengambilan keterangan saksi-saksi. Total saksi yang akan dihadirkan pada persidangan Agus, sebanyak 36 orang, sehingga bakal memakan waktu lama.

Saat keduan pejabat tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Rembang, Agus sempat mengembalikan uang Rp20juta yang diakui sebagai “fee” proyek, sedangkan Muttaqin mengembalikan dua juta rupiah. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan