Polisi Rembang Amankan Lima Becak Motor Ilegal

Rabu, 12 November 2014 | 16:13 WIB

 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang mengamankan sedikitnya lima unit becak motor yang biasa beroperasi di jalanan Pantura Sluke-Sarang, Rabu (12/11/2014). (Foto:Pujianto)

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rembang mengamankan sedikitnya lima unit becak motor yang biasa beroperasi di jalanan Pantura Sluke-Sarang, Rabu (12/11/2014). (Foto:Pujianto)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rembang mengamankan sedikitnya lima unit becak motor yang biasa beroperasi di jalanan Pantura Sluke-Sarang, Rabu (12/11/2014).

Hal itu dilakukan karena keberadaan becak motor, selain menyalahi aturan, juga mengganggu ketertiban lalu lintas, serta bisa membahayakan keselamatan penumpang dan pengemudinya.

Kepala Unit Patroli Satlantas Polres Rembang Ipda Setiyanto mengatakan, berdasarkan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kendaraan sudah dikelompokkan dalam berbagai jenis.

Ada sepeda motor, mobil penumpang, bus, mobil barang, dan kendaraan khusus. Menurutnya, becak motor tidak termasuk dalam kelompok kendaraan yang diatur dalam undang-undang tersebut.

“Mereka kami amankan karena kedapatan membawa penumpang. Ini membahayakan penumpang dan pengendara lainnya. Aturannya sudah jelas dalam UU Nomor 22 Tahun 2009. Tidak ada namanya becak motor,” kata Setiyanto.

Selain mengamankan lima unit becak motor, polisi juga mengamankan tujuh kendaraan bermotor beroda tiga yang kedapatan mengangkut penumpang saat razia kali ini.

“Ini (kendaraan bermotor beroda tiga) juga tidak boleh dipakai untuk mengangkut orang. Hanya untuk angkutan barang. Ini pelanggaran,” tegasnya.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satlantas Polres Rembang Iptu Haryanto menambahkan, becak motor yang diamankan ini disita. Sementara kendaraan bermotor beroda tiga yang dipakai untuk mengangkut penumpang dan telah dimodifikasi baknya, akan ditertibkan.

“Prinsipnya kita amankan untuk selanjutnya dibawa ke persidangan. Dan seperti biasa, jika pemilik hendak mengambilnya, harus disertai kewajiban untuk memotong bak bayangannya,” katanya.

Dia menekankan, upaya penindakan sengaja digencarkan agar kasus kecelakaan yang melibatkan becak motor atau kendaraan bermotor beroda tiga bisa terus ditekan.

“Jika kita biarkan begitu saja, populasi becak motor dan kendaraan bermotor beroda tiga yang dipakai untuk mengangkut orang atau penumpang akan tak terkendali,” katanya menekankan.

Mahmudi, seorang pengendara kendaraan roda tiga di Kragan mengaku sudah terbiasa menggunakan kendarannya untuk angkutan orang. Ia mengaku tidak tahu jika kendaraan jenis Tossa itu dilarang untuk mengangkut selain barang.

“Tiap hari saya gunakan Tossa ini untuk mengangkut orang-orang yang membutuhkan jasa angkutan. Saya tidak tahu jika itu dilarang. Kenyataannya banyak penumpang yang memang memilih menggunakan roda tiga daripada bus atau angkutan perdesaan,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan