Petani Tambak Kaliori Kesulitan Urea

Kamis, 16 Januari 2014 | 13:47 WIB
Tambak di Kabupaten Rembang. (Foto:Dlun)

Tambak di Kabupaten Rembang. (Foto:Dlun)

KALIORI, MataAirRadio.net – Sejumlah petani tambak di Kecamatan Kaliori masih kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis urea. Mereka terpaksa harus berebut atau rela diri mengantre setelah petani padi mendapatkan pupuk tersebut.

Sanyoto, seorang petani tambak di Desa Purworejo Kecamatan Kaliori mengaku membutuhkan pupuk urea. Pupuk tersebut digunakan untuk merangsang plankton sebagai pakan alami ikan bandeng yang dibudidayakan. Satu hektare tambak, butuh urea antara 1-2 kuintal.

Hingga hari Kamis (16/1) ini, dia belum mendapat urea yang dibutuhkan. Dia mengaku harus menunggu giliran setelah petani padi mendapat jatah pupuk. Selain urea, petani tambak juga membutuhkan pupuk bersubsidi jenis SP-36. Namun pupuk SP ini, mudah mereka peroleh.

Kepala Seksi Usaha Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi mengatakan, petani tambak memang butuh juga pupuk bersubsidi jenis urea. Namun Ika menyebut, kebutuhannya relatif sedikit.

Dosis pemupukan di tambak bandeng atau udang, biasanya mentok dua kuintal urea dan 1,5 kuintal TSP atau SP-36. Kebutuhan pupuk oleh petani padi memang didahulukan ketimbang petani tambak.

Menurut Ika, kebutuhan pupuk urea pada petani tambak bisa sebentar ditunda. Lagi pula, akhir pekan ini, pihak distibutor pupuk menjamin kelancaran pasokan urea di wilayah Kaliori dan Sumber.

Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni mengatakan, 232 pengecer pupuk di kabupaten ini sudah didorong untuk menormalisasi pasokan ke semua petani.

Khusus untuk CV Fortuna yang melayani distibusi pupuk bagi petani di Kecamatan Kaliori dan Sumber, Hamzah sudah meminta distributor agar memiliki gudang di wilayah kecamatan tersebut. Komisi Pengawas Pupuk akan menindak tegas distributor dengan mem-“blacklist”-nya dari penyalur pupuk bersubsidi, jika nakal. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan