Stok Persediaan Bantuan Air di Rembang Tinggal 20 Persen

Selasa, 7 Oktober 2014 | 13:04 WIB
Stok persediaan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan di Kabupaten Rembang hingga Selasa (7/10/2014) tinggal tersisa 20 persen.

Stok persediaan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan di Kabupaten Rembang hingga Selasa (7/10/2014) tinggal tersisa 20 persen.


REMBANG, mataairradio.com –
Stok persediaan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan di Kabupaten Rembang hingga Selasa (7/10/2014) tinggal tersisa 20 persen. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang mengklaim, bantuan air masih akan terkucur sampai November mendatang.

“Kami menyediakan 987 tangki air bersih untuk mengatasi kekeringan sejak Juli hingga akhir Oktober. Hingga hari ini (7/10/2014), stok masih sekitar 20 persen. Namun bantuan air bersih masih akan mampu kita salurkan hingga November,” ujar Kepala Seksi Logistik pada BPBD Rembang Ahmad Makruf.

Keyakinan bisa menyalurkan bantuan air bersih hingga November, menurutnya, karena ada pula dukungan bantuan dari Badan Koordinasi Wilayah I Jawa Tengah.

“Kami yakin karena Bakorwil I Jawa Tengah juga siap mengucurkan 324 tangki air. Awal Oktober ini akan disalurkan 162 tangki, dan sisanya pada akhir Oktober nanti,” katanya menjelaskan.

Makruf yang ketika dihubungi mataairradio.com mengaku sedang rehat rapat di Bakorwil I Jawa Tengah juga mengatakan, kekeringan di Rembang bakal segera berakhir atau tepatnya pada November.

“Saya ini sedang istirahat rapat di Bakorwil. Yang hadir ada dari BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika) Jawa Tengah dan memprakirakan, musim hujan di Rembang sudah akan turun pada pertengahan November nanti,” ujarnya.

Mengenai perkembangan wilayah yang mengalami kekeringan di Rembang, Makruf menyebut meluas. Sudah 35 desa yang mengajukan permohonan air bersih kepada BPBD.

“Jumlah yang mengajukan permohonan bantuan air bersih sudah 35 desa. Namun pekan ini kami prediksi ada tambah sekitar 8 desa karena sudah kontak via telepon, namun kami minta agar disampaikan resmi melalui surat,” ungkapnya.

Dari catatan BPBD Rembang, desa-desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih tersebar di 11 kecamatan. Tiga kecamatan lain di Rembang yang wilayahnya belum meminta bantuan air bersih adalah Rembang, Sarang, dan Sale.

Kepala BPBD Rembang Suharso menambahkan, hujan intensitas ringan yang turun pada setiap malam dalam tiga hari terakhir ini, bukan merupakan tanda segera berlangsungnya musim hujan.

“Hujan ringan yang turun akhir-akhir ini, belum sebagai pertanda (datangnya) musim hujan. Musim kemarau tetap ada hujan walau kecil,” kata Suharso via layanan pesan singkat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan