Perempuan Tergeletak di Bong China Warga Temanggung Korban Perampokan

Rabu, 5 November 2014 | 14:51 WIB
Sumiyati, warga Jalan Carikan Kedu Temanggung dan merupakan korban perampokan.(Foto:Pujianto)

Sumiyati, warga Jalan Carikan Kedu Temanggung dan merupakan korban perampokan.(Foto:Pujianto)

 

PANCUR, mataairradio.com – Perempuan paruh baya yang ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di bong atau pekuburan China wilayah Desa Pohlandak Kecamatan Pancur pada Selasa (4/11/2014) pukul 06.00 WIB, ternyata warga Jalan Carikan Kedu Temanggung dan merupakan korban perampokan.

Identitas perempuan yang berusia sekitar 50 tahun ini terungkap, setelah yang bersangkutan siuman dari ketidaksadarannya dalam perawatan di Puskesmas Lasem, Rabu (5/11/2014) pagi. Namanya Sumiyati.

“Hari ini (5/11/2014), tadi pagi, sudah siuman dan sadar, namun masih linglung. Hasil dari keterangan sementara korban, namanya Sumiyati, usia sekitar 50 tahun, mengaku warga Carikan Kedu Temanggung,” ungkap Kapolsek Pancur AKP Suwardi kepada mataairradio.com, Rabu (5/11/2014) siang.

Menurut Kapolsek yang meminta keterangan dari perempuan ini, Sumiyati berangkat dari Temanggung menuju Terminal Terboyo Semarang. Semestinya, dia hendak berangkat bekerja di Lamongan, Jawa Timur.

Sumiyati yang tiba di Terboyo pada Senin (3/11/2014) sore, tiba-tiba dihampiri mobil jenis Toyota Avanza warna putih metalik dengan nomor polisi yang tidak dikenal. Di dalam mobil tersebut, berisi tiga orang, dua laki-laki dan seorang perempuan.

“Korban lantas ditawari untuk bareng saja, karena mereka yang di Avanza itu juga hendak menuju ke Surabaya. Sumiyati pun mengaku mengurungkan naik bus dan memilih untuk bareng di Ananza,” ujar Kapolsek mengutip keterangan Sumiyati.

Namun dalam perjalanan, korban ditawari untuk meminum minuman suplemen untuk sedikit meredakan capai. Minuman suplemen yang diduga dicampur dengan obat tidur berdosis tinggi, ditenggak begitu saja oleh Sumiyati, sehingga tak lama kemudian korban tertidur lelap.

“Saat tertidur lelap itu, kawanan penjahat ini mengambil tas korban yang berisi dua stel pakaian, uang tunai Rp200.000, dan satu unit telepon seluler atau ponsel. Cincin emas berkadar karat rendah yang melingkar di jari korban juga turut lolos diambil pelaku,” ungkap AKP Suwardi.

Kawanan pelaku diduga mengira Sumiyati adalah seorang tenaga kerja wanita Indonesia yang hendak pulang ke kampung halaman. Dugaan ini mengingat ada banyak kasus perampokan dengan modus nyaris sama, namun baru kali ini terjadi di Rembang, setidaknya dalam satu semester terakhir.

“Dugaan penganiayaan nggak ada. Dugaan sementara, minuman suplemen dicampur obat tidur berdosis tinggi, sehingga korban sampai tidak sadarkan diri selama dua malam dan seharian,” tegasnya.

Guna pemeriksaan lebih lanjut dari korban, pihak Kepolisian Sektor Pancur menyerahkan penanganan kepada Unit Penyidik Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang.

“Saya limpahkan ke Polres karena berkaitan dengan perempuan (Unit PPA, red.). Kami sudah mencoba menghubungi keluarga, namun masih belum bisa tersambung. Begitu pemeriksaan tuntas dan keluarganya sudah jelas, korban bisa pulang,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan