Pengedar Sabu-sabu asal Demak Ditangkap di Sluke

Kamis, 28 Januari 2016 | 18:59 WIB
Pengedar sabu-sabu yang merupakan warga Desa Gajah Kabupaten Demak Nova Sanjaya (kanan) saat ditangkap, Rabu (27/1/2016) kemarin. (Foto: mataairradio.com)

Pengedar sabu-sabu yang merupakan warga Desa Gajah Kabupaten Demak Nova Sanjaya (kanan) saat ditangkap, Rabu (27/1/2016) kemarin. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Seorang pengedar sabu-sabu asal Kabupaten Demak ditangkap oleh pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang di sebuah rumah makan di wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Rabu (27/1/2016) sore kemarin.

Tersangka ditangkap berikut barang bukti berupa 1 paket sabu-sabu seberat 1 gram lebih. Tersangka bernama Nova Sanjaya (28), warga Desa Gajah Kabupaten Demak.

Ia tidak diamankan sendiri. Tiga orang temannya yang berada dalam satu mobil, juga ikut digelandang ke kantor polisi.

Kasat Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengungkapkan, penangkapan bermula dari masyarakat yang curiga karena sering melihat pria mondar-mondir di kawasan rumah makan tersebut, setidaknya sekali dalam seminggu.

Warga curiga pria itu berbisnis narkoba.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, dua hari berselang setelah kedatangan pelaku terakhir kali di warung itu, polisi menjumpai yang bersangkutan.

“Terlapor langsung kami lakukan penggeledahan badan dan kami temukan satu paket sabu-sabu di mobilnya,” ungkapnya.

Menurut pengakuan tersangka kepada Kasat Reserse Narkoba, 1 paket sabu-sabu itu dipesan oleh seseorang yang berprofesi sebagai sopir truk jurusan Lasem-Jatirogo.

“Kata tersangka, pengambil sabu-sabunya berganti-ganti, tapi yang kontak orang yang sama. Tapi tersangka mengaku belum pernah ketemu,” terangnya.

Dari pemeriksaan intensif yang dilakukan polisi terhadap tersangka pelaku hingga Kamis (28/1/2016), terungkap bahwa Nova mengedarkan sabu-sabu yang diperoleh dari Semarang.

“Diedarkannya ke wilayah Demak, Kudus, dan Rembang. Tersangka menjadi pengedar sabu-sabu sudah selama hampir setahun,” bebernya.

Selain sebagai pengedar, dari hasil tes urine juga menunjukkan tersangka juga sebagai pengguna sabu-sabu. Tersangka sudah 3 kali mengedarkan sabu-sabu dengan modus kencan di sebuah warung makan di Sendangmulyo.

“Aksi keempatnya terbongkar, berkat informasi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai tiga orang teman Nova yang saat penangkapan berada dalam satu mobil jenis Daihatsu Terrios K 9046 QB, AKP Bambang Sugito masih belum menyimpulkan keterlibatan mereka dengan aksi tersangka pengedar.

“Mereka sudah dites urine, tetapi hasilnya negatif,” tambahnya.

Polisi pun memanggil orang tua masing-masing dari 3 remaja teman Nova. Bambang mengaku mengonfirmasi orang tua mereka.

“Ketiga remaja itu memang teman satu kampung Nova dan biasa nongkrong bareng di warung,” katanya.

Namun demi kepentingan penyelidikan, 3 remaja masih ditahan.

Bambang menjerat Nova Sanjaya dengan ancaman hukuman penjara paling rendah 4 tahun, maksimal 14 tahun. Polisi juga menyita mobil Terrios sebagai barang bukti.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan