Pemuda di Magelang Pameri Ganjar Kopi Gratis

Minggu, 26 September 2021 | 22:43 WIB

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas kopi Magelang membagikan kopi secara gratis di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat sedang meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Borobudur, pada Ahad (26/9/2021) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

MAGELANG, mataairradio.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas kopi Magelang membagikan kopi secara gratis di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat sedang meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Borobudur, pada Ahad (26/9/2021) pagi.

Selain membagikan kopi secara cuma-cuma, mereka juga menginfokan terkait acara Festival Kopi Magelang atau Magelang Coffee Fest yang akan kembali digelar pada 2 Oktober mendatang di dalam kompleks Candi Borobudur, sebagai peringatan hari kopi internasional.

Muhammad Arif Setiawan, selaku Ketua panitia kegiatan, mengungkapkan kopi yang pihaknya sajikan adalah kopi pilihan dari para petani di Magelang.

“Sejuta cangkir kopi akan kami bagikan gratis dalam acara itu. Kopi itu hasil dari kegiatan sobo kebon (keliling kebun) milik petani untuk kami pilih kopi terbaik Magelang,” terang Arif.

Festival kopi, sengaja pihaknya gelar untuk mengangkat produk kopi Magelang, karena kopi merupakan salah satu penyangga ekonomi masyarakat setempat.

“Selama pandemi ini, kami merasakan dampak bagi petani kopi yang drop penghasilannya. Untuk itu kami ingin menggelar festival ini agar para petani kopi di Magelang bisa sejahtera,” tuturnya.

Arif mengungkapkan, Magelang dengan kopi memiliki hubungan cerita yang erat. Bahkan menurut catatan sejarah, dahulu Magelang dibangun dari hasil penjualan kopi.

“Dan kopi di Magelang itu ada banyak sekali. Kalau kita lihat data, dari lima gunung yang ada di sekitar Magelang, semuanya punya kopi. Dalam setahun, hasil kopi Magelang 500 ton lebih pertahun,” jelasnya.

Di samping untuk membantu petani, Magelang Coffee Fest juga ditujukan sebagai upaya peningkatkan ekonomi masyarakat. Selama ini, yang orang tahu, Magelang hanya Candi Borobudur. Padahal masih ada banyak hal unggul lainnya, salah satunya yakni produk kopi.

“Harapannya kopi bisa menjadi pendamping pariwisata, jadi oleh-oleh untuk orang yang datang ke sini. Karena ini juga identitasnya Magelang, bukan hanya Candi. Nanti dalam acara festival itu, akan kami angkat cerita-cerita masa lampau kepada wisatawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung penuh kegiatan anak-anak muda Magelang itu. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan para pemuda tersebut menarik dan dapat menjadi hal baru untuk menarik wisatawan berkunjung ke Magelang.

“Saya pesen jangan cuma bagi-bagi kopi gratis, tapi juga ada diskusi tentang kopi, ada pertunjukan cara meracik dan membuat kopi. Pasti menarik,” jelasnya.

Ganjar mengajak masyarakat untuk datang memeriahkan Magelang Cofee Fest pada 2 Oktober nanti. Ia menekankan, agar masyarakat tetap fidak mengabaikan protokol kesehatan ketika nantinya hadir pada acara.

“Akan ada sejuta kopi gratis lho, kalau nggak percaya kowe teko (kamu datang saja). Tanggal 2 Oktober besok jangan lupa, datang ke Magelang dan ngopi kopi Magelang,” pungkas Ganjar.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan