Pembunuhan Turusgede Telan Empat Nyawa Dua Diantaranya Bocah Perempuan

Kamis, 4 Februari 2021 | 15:19 WIB

Petugas dari Polres Rembang saat sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Padepokan “Seni Ongko Joyo” di Desa Turusgede Kecamatan Rembang, pada Kamis (4/2/2021) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kasus pembunuhan terjadi di Padepokan Seni “Ongko Joyo” Desa Turusgede Kecamatan Rembang pada Kamis (4/02/2021) dini hari.

Peristiwa kejam itu menelan sebanyak empat orang anggota keluarga, di antaranya yaitu kepala keluarga yang merupakan pengelola padepokan, Anom Subekti beserta istri dan dua bocah perempuan, yang merupakan anak dan cucu.

Kepala Polres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengungkapkan, empat korban tersebut berada di dalam kamar yang berbeda, dengan kondisi sudah tak bernyawa dan terdapat banyak darah.

“Ada luka yang keluar darah di wajah, di hidung. Dugaannya dipukul menggunakan benda tumpul. Untuk motifnya kami masih pendalaman karena ini baru kejadiannya,” terangnya.

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan dari asisten rumah tangga korban, kondisi pintu gerbang rumah milik korban sudah dalam keadaan terbuka. Pihaknya menduga pelaku pembunuhan beraksi pada dini hari.

“Dari penuturan pembantu rumah-tangga, Kunti saat datang ke TKP rumah Almarhum Anom Subakti, pagarnya sudah terbuka. Pas mau masuk ke dalam dan panggil-panggil nggak ada jawaban. Pas masuk ditemukan ada empat jenazah sudah tergeletak di tempat tidur,” bebernya.

Saat ini pihak Polres Rembang masih melakukan pendalaman penyelidikan. Beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya ada kaos dan telepon genggam. CCTV di tempat kejadian perkara pun diperiksa.

Empat jenazah korban pembunuhan sempat dilarikan ke RSUD dr. R Soetrasno Rembang untuk diperiksa lebih mendalam.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan